Friday, September 15, 2006

BERSETUBUH DENGAN ISTERI ORANG

BERSETUBUH DENGAN ISTERI ORANG

Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kuranglebih 4 tahunyang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia30-40 tahun,dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika'jam terbangnya'sudah tinggi, sehingga pandai dalam bercinta. Namun sebagai pegawaiswasta yangbekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untukmencari wanitatersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku padasebuah suratkabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa 'full body massage'.Uang bagikutidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namunkepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untukjasaku itu, diberi berapapun kuterima.

Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat,sebagian darimereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari,kurang lebihpukul 18.00 seorang wanita menelponku."Hallo dengan Ivan?" suara merdu terdengar dari sana."Ya saya sendiri" jawabku. Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, "Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?" katanya."Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm." jawabku."Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuksemuanya," lanjutnya."Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech.." jawabku. Dan yang agakmengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditontons uaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Akhirnya dia memintaku untuk segera datang di sebuah hotel "R"berbintang lima dikawasan Sudirman, tak jauh dari kantorku. Aku menduga bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sebuah president suite room telah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40tahun membukakan pintu untukku."Ivan?" katanya. "Ya saya Ivan," jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawahsebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak ingin sembarangorang menyentuh istrinya, pikirku.

"OK, masuklah" katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandangsekeliling, sebuah TV berukuran 52" sedang memperlihatkan blue film. Lalu aku memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yangkutaksir umurnya taklebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku sambil menjulurkan tangannya untukmenyalamiku."Kamu pasti Ivan khan? Kenalkan saya Donna" katanya lembut.

Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnyamulus sekali,wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menahanliurku, ketika dia berkata "Lho kok bingung sich". "Akh enggak..." kataku sambil membalas salamnya. "Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi," katanya. "Oke tunggu yach sebentar," jawabku sambil melangkah ke kamar mandi.
Sementara, suaminya hanya menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah itu kukenakan celana pendek dankaos. Aku melangkah keluar, "Yuk kita mulai," katanya. Dengan sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya aku bertanya, "Boleh aku lepaskan pakaianku?", dia tertawa kecil danmenjawab,"terserah kau saja...".

Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaanpolos, "Ahk... ehm..." dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga."Kamu cantiksekali Donna" kataku lirih.Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya aku ini. "Ah kamu bisa saja," kata Donna.

Segera aku masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu.Kedua bulatanpayudaranya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantungdenganindahnya, diantara keremangan aku masih dapat melihat dengan sangatjelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu sangat montok dankencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan.

"Yaaaammpuunn... "bisikku lirih tanpa sadar, "Ia benar-benar sempurna" kataku dalamhati."Van..." bisik Tante Donna di telingaku. Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitudekat sekalidengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasamenerpa daguku.

Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok,bayangan bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip,perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover.

Hmm..., betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyakmungkin airmaniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.

"Van... mulailah sayang..." bisik Tante Donna, membuyarkan fantasiseks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan dan bibirnya yangranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka.

Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkankedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis. Selama kurang lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dankelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang masih berada dihadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku."Apa yang dapat kau lakukan untukku Van..." bisiknya lirih setengah kelihatan malu.Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku telah berada diatas pantatnyayang bulat. Mekal dan padat.

Lalu perlahan kuusap mesra sambilku berbisik, "Tante pasti tahu apa yang akan Ivan lakukan... Ivan akan puaskan Tante sayang..." bisikkupelan. Jiwaku telah terlanda nafsu. Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh... mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bedcover.

"Oouuhh..." Tante Donna mengeluh lirih. Bagaimanapun juga anehnya aku saat itu masih bisa menahan diri untuktidakbersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun-ubun namun aku ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas aku kembali melumat bibirnya.

Kusedot dan kukulumbibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecilterdengarbegitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Kedua jemaritanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnyayang bulat padadan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirkusebelah bawahdan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas.ooh..., terasabegitu nikmatnya.

Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesradengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Donna telah melingkari leherku dan jemari tangannyakurasakan mengusap mesra rambut kepalaku. Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi karena posisi tubuh kami yangsaling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjoldari balikcelanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yangempuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna.Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahkusambil terusmenjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai didaerah yangpaling kusukai, wangi sekali baunya.

Tak perlu ragu."Ohhh apa yang akan kau lakukan... akh..." tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., "Nyam-nyam.. " nikmat sekali kemaluanTante Donna. Oh,bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku. Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, "Creeep..." ujung hidungkukupaksakan masukke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu."Aaahh... kamu nakaal," jeritnya cukup keras.

Terus terang kemaluannya adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentukyang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecilkedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. "Ooohh lidahmu.. ooohnikmatnyaIvan..." lirih Tante Donna.Sementara aku asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali,kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang hanya memandangku dari kegelapan."Aahh.. sayang... Tante suka yang itu yaahh.. sedooot lagi dong sayang oooggghh,"ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini. Lima menit kemudian... "Sayang.. Aku ingin cicipi punya kamu juga," katanyaseperti memintaku menghentikan tarian lidahdi atas kemaluannya. "Ahh... baiklah Tante, sekarang giliran Tante,"lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring.

Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata."Okh Van... indah sekali punyamu ini.." katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu. "Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm... ngggmm, "belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan burungku kearahmulutnya dan,"Crooop.." langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras."Aduuuh enaak... ooohh enaknya Tante ooohh.." sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampaksemakin sesak.

Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yanghalus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, "Mm...hmmm..." hanyaitu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremaskeras dagingempuk di dadanya."Crop..." ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya.

Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbuluitu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.

"Aoouuuhh... Tante nggak tahan lagi sayang ampuuun... Vannn... hhmasukin sekarangjuga, ayooo.." pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku keselangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liangkemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibirkemaluannya dan mendorongnya perlahan, "Nggg... aa.. aa.. aa.. iii.. ooohhmasuuuk... aduuuh besarsekali sayang, ooohh..." ia merintih, wajahnya memucat seperti orangyang terluka iris. Aku tahu kalau itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalurapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekiankalinya mengatakan hal yang sama.

Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah bayatercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besaritu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnyasecara bergiliran, sesekali aku juga berusaha mengimbangi gerakan turunnaiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, namun tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluankupada setiap hitungan kelima.

Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyatamerupakan titiknikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak dilantai dua yangcukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai di situ mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran.

Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopakmatanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit dauntelinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.

"Ooohh.. aa... aahh... aahh... mmhh geliii ooohh enaknya, Vann...oooh," desahTante Donna."Yaahh enaak juga Tante.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh..genjot yang kerasTante, nikmat sekali seperti ini, ooohh enaakk... ooohh Tanteooohh.." kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di ataskini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu.

Setiap ia menekan kebawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku. Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Donna terasamenegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya,"Vann... aahhaku nngaak... nggak kuaat aahh.. aahh.. ooohh..."

"Taahaan Tante... tunggu saya dulu nggg.. oooh enaknya Tante.. tahandulu ...jangan keluarin dulu.." Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Donna menegang kaku,tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dariwajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buahdadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untukmemaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. "Ooo... nggg...aahh... sayang sayang.. sayang.. oooh enaak.. Tante kelauaar.. ooohh.. ooohh..."teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zatcair kentalterasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampaisekitar sepuluh detikkemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.

Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang telah dibasahioleh cairandari kemaluan Tante Donna. "Aaakhh.. enakk!" desah Tante Donna sedikit teriak."Tante.. saya mau keluar nich.. eeesshh.." desahku pada Tante Donna."Keluarkanlah sayang.. eesshh.." jawabnya sambil mendesah."Uuugghh.. aaaggh.. eeenak Tante.." teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna.

"Hemm.. hemmm..." suara itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminyayang sedari tadihanya menonton kini telah bangkit dan melepas kimononya. "Sekarang giliranku,terima kasih kau telah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,"katanya seraya memberikan segepok uang padaku. Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar.

Tante Donnamengantarku kepintu sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya "Terimakasih yach..sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku denganorang lainsebelum ia melakukannya. ""Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja," jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar."Akh... betapa beruntungnya aku dapat 'order' melayani wanitaseperti Tante Donna,"pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankanistrinya untuk digauliorang lain untuk memenuhi hasratnya.

1 Comments:

At 12:47 AM, Blogger Syaiful said...

Gw jg mau kyk lo van cariin bwt gw.

 

Post a Comment

<< Home