Friday, September 15, 2006

RITA JANDA CANTIK

RITA JANDA CANTIK

Siang itu hp-ku berdering dari nomer yang tidak aku kenal dan ketikakuangkat terdengar suara seorang wanita "Halo mas Adhie, apa kabar? koklama gak ada kontak2 aku sih?", karena tidak mengenali suaranya, akupunmenanyakan "Aku baik2 saja, sorry dengan siapa ini?". "Ini Rita mas,wahudah lupa ya sama Rita? jawabnya. Aku jadi ingat Rita, dia seorangjandaberusia 35 tahun dengan anak 2. Aku mengenalnya ketika ia masih menjadiistri simpanan kenalanku seorang pejabat bank milik pemerintah, padasaat itu usianya baru sekitar 20 tahun. Baru2 ini aku bertemu denganRita kembali pada saat aku dan istriku hendak mengambil raport anakkamiyang kebetulan sekelas dengan anak Rita yang besar. Untuk menghindarikecurigaan istriku, pada saat bertemu aku hanya mengangguk tersenyumsambil mengedipkan mata. Untungnya Ritapun memahami dengan tidakmengajakku berbicara sehingga istriku tidak menaruh curiga."Hei kok mas Adhie diam aja?, hayo sedang mikir apa....jorok ya?"sapanya lagi ditelepon yang mengagetkan aku. "Gak kok Rit, cuma sedangngebayangin kamu aja, kok kamu tambah oke sekarang" candaku yangdisambut derai tawanya yang renyah. "Mas kantornya masih disana khan?,mampir kerumah kapan2 mas" katanya sambil menyebutkan alamat rumahnyayang memang sering aku lalui apabila hendak kekantor. "Rita udahdicerai2 tahun yang lalu lho mas" katanya lagi. sebetulnya aku sudahmengetahuiitu karena keluarga kenalanku bekas suaminya sempat heboh ketikamengetahui sisuami/bapak mempunyai istri simpanan. Kamipun ngobrolditelepon panjang lebar diselingi humor2 sedikit berbau sex yang kadangditanggapi Rita sambil berkata "Wah kalo ngobrolnya begini, yang repotRita mas, gak ada pelampiasan, kalo mas Adhie sih enak", aku tertawamendengar itu dan berjanji akan mampir rumahnya.Keesokan harinya karena kebetulan supirku tidak masuk karena ijinmenengok orang tuanya yang sakit dikampung, pada perjalanan menujukantor aku membelokkan mobilku kealamat rumah Rita. aku berpikirtidakada salahnya mampir sebentar dirumah Rita. Setibanya didepanalamatrumah yang diberikan Rita, aku melihat Rita sedang berbelanja sayurdidepan pintu pagar rumahnya. Akupun memarkir mobilku dan dari dalammobil memperhatikan Rita sambil menunggu dia selesai berbelanja sayur.Rita mengenakan daster yang longgar dan terlihat rambutnya dibungkushanduk sehingga aku tau dia baru saja selesai mandi. Setelah selesaiberbelanja dan tukang sayur sudah menjauh, akupun memajukan mobilku danmemarkir didepan pagar rumahnya. Ketika aku turun dari mobil danmenghampiri pintu pagar, Rita terhenyak kaget melihatku "Eh mas Adhie,kirain siapa. Wah sorry mas Rita sedang berantakan habis mandi danbelanja nih, maklum kedua pembantu sedang pulang kampung" katanyasambilmempersilahkan aku masuk. Akupun masuk dan duduk diruang tamunya yangmeskipun tidak terlalu besar tetapi tertata apik dan berseni. Ritapermisi meninggalkan aku untuk meletakkan belanjaannya didapur. Sambilmenunggu aku melihat-lihat koleksi foto yang terpampang didinding ruangtamu yang kebanyakan adalah foto2 Rita yang memang dulu pernah menjadiseorang foto model. Membandingkan Rita sekarang dengan foto2 yangterpampang, tidak banyak berubah, aku rasa karena Rita yang ada darahAceh dan Betawi rajin merawat tubuh dan senam. Rita kembali keruangtamudengan membawa 2 minuman hangat, ketika melihatku sedang memperhatikankoleksi fotonya, dia berkata "Itu hanya sebagian foto2 Rita mas, yangkeren2 Rita pasang dikamar", "Keren gimana Rit?, ini saja menurutkusudah oke2 tuh" sahutku. "Wah kalo liat yang dikamar bisa bengong nantimas Adhie" katanya lagi sambil tertawa dan duduk disofa didepanku. Ritasudah melepas lilitan handuk dikepalanya tapi tetap menggunakan daster,terus terang Rita terlihat sangat cantik dengan rambut terurai basah.Belum lagi daster tipisnya yang kadang menerawang memperlihatkan bentuktubuhnya yang aduhai, apalagi ketika meletakkan minuman yang otomatisdia menundukkan tubuhnya aku dapat melihat belahan dada nya denganjelaskarena Rita tidak mengenakan BH dibalik dasternya, pemandangan sensualitu langsung membuatku horny dan kontolku langsung mengeras. "Belanjasayur tadi murah ya Rit?" tanyaku bercanda, "Abis yang belanja cantikdan sexy sih", "Ah mas Adhie bisa aja" katanya tersipu dan mukanyamerona merah menambah cantik wajahnya. kemudian Ritapun berceritatentang kasusnya, dimana istri pertama suaminya pernah mendatangirumahnya yang menyebabkan keributan. Karena kasus itu suaminya mendapattegoran keras dan harus menceraikan Rita. Aku melihat airmatanyamenggenang dipelupuk matanya ketika menceritakan itu, dan Ritamenghapusnya dengan tissue. Untuk mengalihkan pembicaraan yangmembuatnya sedih berpikir, aku bertanya padanya "Emang foto2 kamu yangdikamar se-sensual apa sih Rit?". "Mau liat mas?, tapi janji ya jangandiketawain" jawabnya yang aku iyakan, kemudian dia mengajakku menujukamar tidurnya untuk memperlihatkan koleksi fotonya. BerjalandibelakangRita dalam jarak yang dekat, aku dapat mencium bau harum sabun daritubuhnya dan juga dengan jelas aku dapat melihat bongkahan pantatnyayang bergoyang ketika melangkah. Hampir saja aku tidak dapat menahandiri untuk memeluk tubuhnya dari belakang, untung aku masih menjagaimage dengan menahan diri. Setibanya dikamar tidurnya, aku sempatterhenyak melihat sekitar sepuluh koleksi foto Rita berukuran setengahposter yang keseluruhannya artistik hitam putih. Istimewanya lagikeseluruhan foto tersebut memperlihatkan tubuh telanjangnya !!!. "Apakomentar mas Adhie?" katanya mengagetkanku yang bengong melihat koleksifoto2 tersebut. "Wah istimewa foto2 kamu Rit, gimana aslinya ya",sambilmencubit pinggangku Rita berkata "Ih....mas Adhie genit, masa mau liataslinyaRita, udah tua nih aku mas". Karena dia tidak melepaskan cubitandipinggangku, maka aku tangkap tangannya dengan sedikit menariksehinggatubuh Rita tidak seimbang dan agak sempoyongan tubuhnya merapatketubuhku yang secara refleks aku peluk. Memeluk ubuh Rita yang hanyadibalut daster tipis terasa sangat sensual, apalagi ketikadiamenengadahkan wajahnya yang cantik berjarak sangat dekat denganwajahku. "Eh mas, mau apa?. lepasin Rita mas" katanya dengan agakmeronta dipelukanku. Karena sudah dipenuhi nafsu otakku, aku tidakmelepaskan pelukanku, malah kemudian aku cium bibir indahnya dankukulum. "Mmmmffff... .jangggaaan. ..mass... .inget... .ssshhh" katanyasambil tetap meronta hendak melepaskan pelukan dan ciumanku. Dengantinggi sekitar 163 dan berat sepandan, rontaan Rita tidak berartibagikuyang tinggi 170/76. Sambil tetap mengulum bibirnya, aku mulai meremasbongkahan pantat sexynya dan agak sedikit kuangkat keatas dan merapatketubuhku."Mmmmmm. ....masss. ...ssshhhh" gumamnya yang kini sudah tidakmeronta lagi malahan membalas ciumanku. Kumasukkan lidahku kemulutnyayang langsung disambut dengan hisapan pada lidahku, kemudian diaberusaha memasukkan lidahnya kemulutku yang juga langsung kuhisapkuat2.Tanganku yang tadinya mermas pantatnya, kini sudah mulai meraba pahanyayang mulus sambil menyingkapkan dasternya, ketika tanganku sampaidiselangkangan yang dibungkus celana dalam tipis, kuusap2 belahanmemeknya yang membuatnya menggelinjang dan makin bernafsu menciumku.Akuselipkan jariku melalui pinggir celana dalamnya untuk menyentuhmemeknyadan dengan lembut aku kork dan raba, sementara ciumanku aku turunkankelehernya kemudian turun kedadanya. Dari bali daster yang dikenakan,kuciumi teteknya yang berukuran 36 dan wooww...masih kencang, lalu akuhisap putingnya dari balik daster yang dikenakannya. Sensasi rasaputingyang kuhisap dengan kain dasternya dimulutku membuatku makin bernafsu,sementara terasa memeknya mulai basah oleh rabaan jariku."Oooooooohhhhh. ....maasss. .....enaaaakkk. ...trusssss. ... ...sayaaaang"katanya sambil meremas rambutku. Geli gesekan kain daster diputingteteknya berbaur dengan hisapan dan gigitanku membuatnya makinmenggelinjang tidak karuan. Dengan cepat aku buka daster yangdikenakannya, begitu juga celana dalamnya sehingga kini Rita berdiridalam keadaan bugil. Kuraih teteknya, kuremas remas dengan sedikitkasarsambil memilin putingnya yang membuat Rita menjadi liar. Lalu kuciumikedua teteknya bergantian sebelum turun dan mulai menciumiselangkangannya. Dengan posisi jongkok diselangkangannya aku mulaimenjilati memeknya. Rita dengan berdiri dan sebelah kakinya ditopangkandipahaku agak sedikit mengangkang hingga memperlihatkan memeknya yangindah dan dicukur bersih. Ketika mulutku menemui klitorisnya, kujepitklitorisnya yang sebesar kacang kedelai dan sudah mengeras denganbibirku dan aku hisap sambil menjilat klitorisnya sementara tangankubermain dilubang anusnya. Kulihat Rita memejamkan matanya sambilmeremasremas kedua teteknya sendiri sambil menggoyangkan pinggulnyamengimbangijilatanku dimemeknya." Sssssssshhhhhhh. ........puaaaass ssiiinnnRitaaaa...masssss. .....aggghhhh. ...ohhhh. ...mauuuuu. .. kluarrrr" dansambil tubuhnya meregang, Rita menjepitkan kedua pahanya dikepalakuyangmembuatku agak sulit bernafas dan kemudian terasa cairan memeknyadilidahku bertambah banyak, Rita sudah kliamaks. Setelah terdiamsejenak, Rita sambil tersenyum menarik tubuhku, melepas pakaian yangkukenakan sambil menciumi wajahku kemudian setelah aku telanjang bulatmembimbingku rebah ditempat tidur. "Sekarang giliran Rita ngerjain masAdhie" katanya sambil mengecup kepala kontolku yang tegak gagah bediripada posisiku yang telentang. Perlahan Rita menjilati batang kontolkunaik dan turun sambil sesekali mengecup kepala kontolku. Rasa geli dannikmat tak terhingga ketika Rita dengan lidahnya menelusuri urat yangmenonjol dikontolku. Apalagi ketika dia membuka lubang kencingkudenganlidahnya kemudian menghisapkuat2..."Aggggghhhh h.....seddddaaaa p......ayooooo. .. isap....kuattttt...anjiiiin gggggg... .", seperti biasa pada aku mengeluarkankata2 kotor dan kasar.Sluuuurp. ...sluuurp. ...suara mulut Rita mengulumkontolku karena dengan sengaja dia mengeluarkan banyak ludah pada saatmengulum kontolku, aku merasa sensasi yanghebat."Jilatiiiin. ..kontollllkuuu. ...sebeluuumakuuu...entotin. ..memekkkkmuuuuu ...bangsaaaat" teriakku liar sambilmenarik tubuhnya dan meposisikan kami 69 lalu aku kembali menjilatimemeknya selagi Rita asyik mengerjai kontolku dengan nikmat. Lidahkukusapukan keseluruh permukaan memeknya kemudian mengitari lubanganusnyasebelum kembali kememeknya dan menghisap kuat2 klitorisnya. Sakingnikmatnya Rita sempat menghentikan kulumannya dikontolku sambilmendesis"SSsssshhhh. ..oooohhhh" ketika klitorisnya aku gigit2 kecil. "Aku sudahgak tahan mas" katanya sambil bangkit dan berjongkok denganmembelakangiku kemudian sambil memegang batang kontolku perlahan-lahandia menurunkan pinggulnya memasukkan kontolku keliang senggamanya yangterasa sangat sempit karena cukuplama tidak dijamah kontol lelaki.Saking semptnya beberapa kali Rita berhenti sebelum melanjutkanmemasukkan kontolku.Kudengar dia agak merintih mungkin terasa perihdinding memeknya dimasuki kontolku setelah semua kontolku masuk"Heeek...oooohhh. ...penuh memekku massss" rintihnya. Lalu Rita mulaimenunggangikontolku , menaik turunkan, memutar pinggulnya dengan liar."Aggghhhhh.. ..enaaaakkkk. ..bangettttttt. ..masssss. .sssssshhhhh. "desisnya sambil menggoyangkan pinggulnya dengan liar.karena posisi duduknya membelakangi aku ketika menunggangi kontolku,kadang aku bangkit mencium punggung dan leher belakangnya sambilmeremasteteknya dari belakang dengan gemas. Kedengaran Rita agak kesakitanketika kuremas kasar teteknya"Addduuuhhhhhhh. ......terusss. ...sakitinnnnn ....akuuuu.. .massss"teriaknya yang rupanya Rita suka sex kasar."Teruuussssss. .......entotttti iiin kontollllkuuu. ...bangsaaaatttt t"gumamku sambil kadang menaikkan pantaku untuk menemui goyanganpinggulnya. Dan "Adddddduuuuhhhhh. ....akuuuu. ..keluuuuaaaarrr r....sayaaaaang" teriaknya sambil mempercepat goyangan kemudian terasadinding memeknya makin keras menjepit batang kontolku dan serasa batangkontolku disiram cairan didalam memeknya. Setelah klimaks yang kedua,Rita terdiam sambil menghela nafas panjang menikmati klimaksnya padaposisi menduduki kontolku yang masih keras didalam memeknya. Tanpamelepas kontolku didalam memeknya, aku dorong tubuhnya sehingga Ritapada posisi menungging, lalu dengan ganas dan liar kugenjot Rita padaposisi doggie style.Sambil kuciumi punggung, leher dan belakangtelinganya aku terus melanjutkan genjotan kontolkudimemeknya." Aaaaagggghhh. ........terussss ss....masssss. ...genjoooottt. ..yanggggg. ....dalaaaam. ..entotinnnnn akuuu ...masss"teriaknya ketika ia kembali terngsang birahinya oleh genjotan danciumanku. Kadang rambut indahnya aku tarik kasar sambil menepuk keduapantatnya"Yeeeeahhhh. ....rasaaaaiiin. ..kontollllkuu. ...pelacuuuurrrr kuuu"bentakku dengan semakin memperkuat genjotanku. Rupanya Rita sangat sukadengan perlakuan dan kata2 kasarku"Yaaaaaaa... .....akuuuu. ...pelacuuuurmuu u......entoooot akuuu dalammmm...dalaaaam" ujarnya sambil memaju mundurkan pantatnya mengimbangientotanku. Puas dengan posisi doggie style, aku balikkan tubuhnya danmengangkat kedua kakinya kepundakku kemudian kembali memompa memeknyasambil meremas kasar teteknya. Putingnya kupilin-pilin dan tarik yangmembuat Rita agak kesakitan tapi nikmat"Yeeeeeaaahhhh. ........aggghhhh ....ssshhhhh" desisnya."Masssss.... Ritaaaa.. ..gakkkk. ..tahaaaannn. ...mauuuu. . .kluaaaarrrrr. ..lagiiiiiiii" ,"Iyaaaaaa... .babiiiii. ....ayyyyoooo. ...bareeenggggg. ...akuuujugaaaaa..." kataku ketika kurasa aku akan mengeluarkan spermaku.Pompaanku makin cepat dan dalam, sementara dinding memeknya kembalimenjepit keras kontolku...dan. ..croooooot. ...crooooot akupunmengeluarkan spermaku didalam memeknya sementara Rita secarabersamaanpun kembali klimaks.Setelah klimaks kami terdiam berpelukan sambil mencoba mengatur nafaskami yang tidak beraturan."Maaf ya Rit, aku khilaf. Abis kamu sih sexydan cantik" kataku kemudian sambil mengecup lembut bibirnya, "Ooh gakapa2 mass, terimakasih mas sudah menolong Rita dengan memuaskan Rita.Lagian baru sekali ini Rita merasa betul2 puas, suami Rita dulu gakbisamuasin Rita mas" jawabnya sambil membalas kecupanku.Setelah membersihkan diri dikamar mandi, aku berpakaian dan pamitkekantor. Sebelum keluar dari rumahnya aku sempat mencium wajahcantiknya, dan kami berjanji untuk mengulangi lagi bila ada kesempatan.Demikian kisahku dengan seorang janda cantik. Sampai kini aku palingsuka dengan wanita matang setengah baya.

EMAK SAHABATKU

EMAK SAHABATKU

Perkenalkan namaku Andi )* ( samaran ) lahir di kota B 30th yang laluberasal dari keluarga baik-baik dan perlu diketahui aku selalu menjadisalah satu yang terbaik sejak duduk di bangku SD sampai dengan kuliahdan itu terbukti dari SMP/SMA/kuliah selalu di sekolah negeri. KetikaSMP aku punya seorang sahabat Tono)* ( samaran ) yang sampai sekarangmasih tetap berhubungan walau kita sudah tinggal berbeda kota…oohhhiyaa…. saya sekarang tinggal di kota Jakarta karena kebetulanmendapatkan pekerjaan di sana.Kejadian ini terjadi kira-kira 7th yang lalu tanggalnya aku lupa tapiyang pasti saat itu malam minggu ketika sahabatku pergi wakuncarsedangkan aku menunggu di rumahnya karena kebetulan aku jomblohehehe….saat itu di rumah sahabatku hanya ada aku dan ibu sahabatkuTono, aku tau persis kebiasaan ibu sahabatku ini hamper setiap malamdipijat oleh pembantunya karena kebetulan pembantunya saat itu pulangkampong jadi keadaan rumah sepi. Perlu diketahui ibu sahabatku inisekarang kira-kira berumur 42th status janda, menikah umur 13th danmenjadi janda diumur 32th karena suami meninggal.Ketika itu kira-kira jam 21.00 wib saya dan ibu sahabatku sedangmenonton acara televisi dan sambil ngobrol ngalor-ngidul entah mengapatiba-tiba aku menawarkan jasa untuk memijatnya..” tante..apa ngapegel-pegel badan.? Kan biasanya kalo yang biasa dipijat sehari ngadipijat aja pegel-pegel ..?? “ trus ibu sahabatku menjawab “ emang sihkepengen nih dipijat tapi sapa yang mo mijat kan si mbo lagi pulangkampung..? apa andi mau mijitin tante ? “…saat itu langsung aku jawab “boleh kalo tante mau..” lalu ibu sahabatku tengkurep di kasur lipatdepan televisi dan aku mulai memijat kaki ibu sahabatku.“Andi ternyata pijitan kamu enak juga..” ujar ibu sahabatku“ Mungkin karena dulu suka disuruh mijit sama ibu ato bapak di rumah “jelaskuTanpa aku sadari kalo tangan ku sedang mijat pahanya, ini baru akusadari setelah merasakan desah nafas ibu sahabat seperti tidakberaturanmungkin dia sudah lama tidak tersentuh jangan laki-laki setelahditinggal mati suaminya melihat itu naluri lelakiku bangkit apalagipahaibu temanku mulus lalu aku pura2x sambil nonton dan mengajak ngobroltapi tanganku memijat terus naik sampai akhirnya menyentuh cdnya danakumendengar dia mendesah….” Sssssshhh…sssshhh. .hhmmmm…” lalu akumemberanikan diri menyentuh vagina dan dia tidak menolak malah mendesahlebih keras ”uuukkkh…..” aku yakin ibu sahabatku terangsang akibatpijatanku selain itu sudah lama tidak pernah terjamah tangan pria.Aku dapat melihat dengan jelas raut wajahnya yang sedang menikmatipermainan tanganku di vagina “ookkkhhh…..andi “… dia mendesah sambilmenyebut namaku tanpa pikir panjang lagi aku balikan badannya lalu akucium bibirnya kemudian dia membalasnya dengan penuh gairah…..aku dandiaberciuman sambil aku memainkan lidahku di dalam mulutnya begitupunsebaliknya dia membalas denga penuh nafsu kami telah terbakar nafsubirahi. Lalu aku membuka satu persatu pakaian yang dia kenakankebetulanhanya pakai daster jadi tidak terlalu sulit untuk membuka pakaiannyasetelah kita berdua sama-sama bugil lalu aku jilat vagina nya terasaasin karena memang dia sudah basah sssrrruufff…. .aku jilatinklitotisnyadia hanya mendesah dan melenguh “ aaakkkh…..andi… uuuugghh. .enaaak….tante nga tahaan nih..” ujarnya tak selang berapa lama dia menekankepalaku kea rah vaginanya dan dia melebarkan kakinya dia orgasme “aaaakkkhhh…….andi….tante nga kuaaat “..dia mengangkat pantatnya setelahitu aku merakan kalo dia lemas lalu aku menyodorkan penisku ke mulutnyatanpa diperintah dia langsung mengulum penisku “ aaakkkkhhh tanteenaaak…” ternyata ibu sahabatku ini sangat pintar memainkan lidahnyaseluruh batang penis dikulumnya denga lembut lalu dia menjilat bijiserta pantatku dia jilat membuat aku kelojotan menahan kenikmatan yangaku peroleh dari ibu sahabatku “hhhmmmm….ooooggghh. .taanttee. .” hanyaitu yang sanggup aku ucapkan.Lalu aku tarik badannya setelah itu aku rebahkan sambil aku jilatputingnya yang telah mengeras aku arahkan penisku ke liang vaginanyaterasa sempit walau di usianya sekitar 37th ketika kejadian itu tapivaginanya tidak terasa longgar atau mungkin karena kepala kontol yanglumayan besar walau penisku ukurannya standar sekitar 15cm tapimodelnyagemuk dan helmnya besar… ( itu jadi kebanggaanku karena banyak wanitayang telah senggama dengan merasa puas :D ) aku mulai memasukan peniskuke vaginanya terlihat ibu sahabatku meringis menahan nikmat ato sakitketika kepala kontolku mulai memasuki vaginanya…”oookkkhhh….andienaaakk…..truuss say..” ibu sahabatku meracau lalu aku sodok lebihdalamlagi…”oooogghh tante andi juga enaakk.....aaaagghh ..” balasku sambiltrus memompa penis di vaginanya. Setelah kira2x 5 menit aku memompa ibusahabatku dengan gaya mulai konvensional tiba2x dia mempererat peganganke punggungku, aku tau kalo dia mau orgasme “andi tante mau sampe…”laluaku trus memompanya dan tiba2x dia memperarat pelukan dan menciumbibirku…”ooooggghh andii..tante keluar” ..lalu aku trus memompanyasambil berciuman hangat kira2x 10 menit kemudian setelah aku lakukandengan berbagai gaya mulai konvesional/ WOT/doggy serta aku pangku diakarena memang badannya yang kecil pada saat posisi konvensional akumerasakan kalo aku akan keluar..” aaarrggghhh…tante ..andi mau keluardidalam ato luar ?”…ujarku “ooorghh andi di dalam aja..tante jg sama maukeluar “ balasnya…lalu aku mempercepat gerakanku dan ibu sahabatkumempererat pelukannya dan “aaaaaaarrrrgggh ....tantee….” ujarku“ooorrgghh adi tante juga keluar “… itu yang kita ucapkan saatmenikmatiorgasme bersama.Sesaat setelah itu kami berdua lemas terkulai tetapi penisku masihterbenam di dalam vaginanya lalu kami berdua berciuman “tante ..andisayang tante” ujarku lalu ibu sahabatku menjawab ‘ tante juga sayangandi….tapi andi harus janji kejadian ini jangan sampai bocor”…”iyatantepasti akan andi jaga….”ujarku. Setelah itu kmai berdua merapikan bajumasing-masing karena takut sahabatku pulang dari wakuncarnya setelahbersih2x kita berdua nonton tv sambil berpelukan layaknya 2 sejoli yangsedang dimabuk asmara sambil sekali-kali berciuman.Nah sampai disini dulu ceritanya masih ada cerita-cerita yang lainbersama ibu sahabatku ini tapi sebelumnya aku minta maaf karena tidakbisa mengarang dan mohon kritik serta sarannya. Terima kasih

Perkenalkan namaku Andi )* ( samaran ) lahir di kota B 30th yang laluberasal dari keluarga baik-baik dan perlu diketahui aku selalu menjadisalah satu yang terbaik sejak duduk di bangku SD sampai dengan kuliahdan itu terbukti dari SMP/SMA/kuliah selalu di sekolah negeri. KetikaSMP aku punya seorang sahabat Tono)* ( samaran ) yang sampai sekarangmasih tetap berhubungan walau kita sudah tinggal berbeda kota…oohhhiyaa…. saya sekarang tinggal di kota Jakarta karena kebetulanmendapatkan pekerjaan di sana.Kejadian ini terjadi kira-kira 7th yang lalu tanggalnya aku lupa tapiyang pasti saat itu malam minggu ketika sahabatku pergi wakuncarsedangkan aku menunggu di rumahnya karena kebetulan aku jomblohehehe….saat itu di rumah sahabatku hanya ada aku dan ibu sahabatkuTono, aku tau persis kebiasaan ibu sahabatku ini hamper setiap malamdipijat oleh pembantunya karena kebetulan pembantunya saat itu pulangkampong jadi keadaan rumah sepi. Perlu diketahui ibu sahabatku inisekarang kira-kira berumur 42th status janda, menikah umur 13th danmenjadi janda diumur 32th karena suami meninggal.Ketika itu kira-kira jam 21.00 wib saya dan ibu sahabatku sedangmenonton acara televisi dan sambil ngobrol ngalor-ngidul entah mengapatiba-tiba aku menawarkan jasa untuk memijatnya..” tante..apa ngapegel-pegel badan.? Kan biasanya kalo yang biasa dipijat sehari ngadipijat aja pegel-pegel ..?? “ trus ibu sahabatku menjawab “ emang sihkepengen nih dipijat tapi sapa yang mo mijat kan si mbo lagi pulangkampung..? apa andi mau mijitin tante ? “…saat itu langsung aku jawab “boleh kalo tante mau..” lalu ibu sahabatku tengkurep di kasur lipatdepan televisi dan aku mulai memijat kaki ibu sahabatku.“Andi ternyata pijitan kamu enak juga..” ujar ibu sahabatku“ Mungkin karena dulu suka disuruh mijit sama ibu ato bapak di rumah “jelaskuTanpa aku sadari kalo tangan ku sedang mijat pahanya, ini baru akusadari setelah merasakan desah nafas ibu sahabat seperti tidakberaturanmungkin dia sudah lama tidak tersentuh jangan laki-laki setelahditinggal mati suaminya melihat itu naluri lelakiku bangkit apalagipahaibu temanku mulus lalu aku pura2x sambil nonton dan mengajak ngobroltapi tanganku memijat terus naik sampai akhirnya menyentuh cdnya danakumendengar dia mendesah….” Sssssshhh…sssshhh. .hhmmmm…” lalu akumemberanikan diri menyentuh vagina dan dia tidak menolak malah mendesahlebih keras ”uuukkkh…..” aku yakin ibu sahabatku terangsang akibatpijatanku selain itu sudah lama tidak pernah terjamah tangan pria.Aku dapat melihat dengan jelas raut wajahnya yang sedang menikmatipermainan tanganku di vagina “ookkkhhh…..andi “… dia mendesah sambilmenyebut namaku tanpa pikir panjang lagi aku balikan badannya lalu akucium bibirnya kemudian dia membalasnya dengan penuh gairah…..aku dandiaberciuman sambil aku memainkan lidahku di dalam mulutnya begitupunsebaliknya dia membalas denga penuh nafsu kami telah terbakar nafsubirahi. Lalu aku membuka satu persatu pakaian yang dia kenakankebetulanhanya pakai daster jadi tidak terlalu sulit untuk membuka pakaiannyasetelah kita berdua sama-sama bugil lalu aku jilat vagina nya terasaasin karena memang dia sudah basah sssrrruufff…. .aku jilatinklitotisnyadia hanya mendesah dan melenguh “ aaakkkh…..andi… uuuugghh. .enaaak….tante nga tahaan nih..” ujarnya tak selang berapa lama dia menekankepalaku kea rah vaginanya dan dia melebarkan kakinya dia orgasme “aaaakkkhhh…….andi….tante nga kuaaat “..dia mengangkat pantatnya setelahitu aku merakan kalo dia lemas lalu aku menyodorkan penisku ke mulutnyatanpa diperintah dia langsung mengulum penisku “ aaakkkkhhh tanteenaaak…” ternyata ibu sahabatku ini sangat pintar memainkan lidahnyaseluruh batang penis dikulumnya denga lembut lalu dia menjilat bijiserta pantatku dia jilat membuat aku kelojotan menahan kenikmatan yangaku peroleh dari ibu sahabatku “hhhmmmm….ooooggghh. .taanttee. .” hanyaitu yang sanggup aku ucapkan.Lalu aku tarik badannya setelah itu aku rebahkan sambil aku jilatputingnya yang telah mengeras aku arahkan penisku ke liang vaginanyaterasa sempit walau di usianya sekitar 37th ketika kejadian itu tapivaginanya tidak terasa longgar atau mungkin karena kepala kontol yanglumayan besar walau penisku ukurannya standar sekitar 15cm tapimodelnyagemuk dan helmnya besar… ( itu jadi kebanggaanku karena banyak wanitayang telah senggama dengan merasa puas :D ) aku mulai memasukan peniskuke vaginanya terlihat ibu sahabatku meringis menahan nikmat ato sakitketika kepala kontolku mulai memasuki vaginanya…”oookkkhhh….andienaaakk…..truuss say..” ibu sahabatku meracau lalu aku sodok lebihdalamlagi…”oooogghh tante andi juga enaakk.....aaaagghh ..” balasku sambiltrus memompa penis di vaginanya. Setelah kira2x 5 menit aku memompa ibusahabatku dengan gaya mulai konvensional tiba2x dia mempererat peganganke punggungku, aku tau kalo dia mau orgasme “andi tante mau sampe…”laluaku trus memompanya dan tiba2x dia memperarat pelukan dan menciumbibirku…”ooooggghh andii..tante keluar” ..lalu aku trus memompanyasambil berciuman hangat kira2x 10 menit kemudian setelah aku lakukandengan berbagai gaya mulai konvesional/ WOT/doggy serta aku pangku diakarena memang badannya yang kecil pada saat posisi konvensional akumerasakan kalo aku akan keluar..” aaarrggghhh…tante ..andi mau keluardidalam ato luar ?”…ujarku “ooorghh andi di dalam aja..tante jg sama maukeluar “ balasnya…lalu aku mempercepat gerakanku dan ibu sahabatkumempererat pelukannya dan “aaaaaaarrrrgggh ....tantee….” ujarku“ooorrgghh adi tante juga keluar “… itu yang kita ucapkan saatmenikmatiorgasme bersama.Sesaat setelah itu kami berdua lemas terkulai tetapi penisku masihterbenam di dalam vaginanya lalu kami berdua berciuman “tante ..andisayang tante” ujarku lalu ibu sahabatku menjawab ‘ tante juga sayangandi….tapi andi harus janji kejadian ini jangan sampai bocor”…”iyatantepasti akan andi jaga….”ujarku. Setelah itu kmai berdua merapikan bajumasing-masing karena takut sahabatku pulang dari wakuncarnya setelahbersih2x kita berdua nonton tv sambil berpelukan layaknya 2 sejoli yangsedang dimabuk asmara sambil sekali-kali berciuman.Nah sampai disini dulu ceritanya masih ada cerita-cerita yang lainbersama ibu sahabatku ini tapi sebelumnya aku minta maaf karena tidakbisa mengarang dan mohon kritik serta sarannya. Terima kasih

ANAK LELAKI TUNGGALKU

ANAK LELAKI TUNGGALKU

Arisan ibu-ibu selalu saja memiliki gosip yang berbagai ragam. Mulaidari gosip berlian, gosip hutan piutang, bahkan gosip seks. Kali iniakuterkejut sekali, ketika seorang teman membisikkan padaku, kalau IbuWiraitu, suka rumput muda. Justru yang dia sukai adalah laki-laki belasantahun. Rasany aku kurang percaya. Ap ia? Bu Wira yang sudah berusialebih 50 tahunmasih doyan laki-laki belasan tahun?"Woalaaah... Bu Tuty masya enggak percaya sih?" kata Bu Lina lagi.Aku sudah janda hampir 10 tahun, sejak perkawinan suamiku dengann istrimudanya. Aku tak nuntut apa-apa, keculi Julius putra tunggalku harusbersamaku dan rumah yang kami benagun bersama, menjadi milikku. Akusakit hati sekali sebenarnya. Justru perkawinan suamiku, karena katanyaaku tidak bisa melahirkan lagi, sejak peranakanku diangkat, ketika akudinyatakan terkena tumor rahim. Suamiku mengakui, kalau permainansekskumasih sangat Ok. Dalam usia 37 tahun, aku masih keliahatan cantik danseksi."Lihat tuh, Bu Tuty. Matanya asyik melirik anak bu Tuty terus tuh,"kataBu Salmah tetanggaku itu. Kini aku jadi agak percaya, ketika akumelihatdengan jelas, Bu Wira mengedipkan matanya ke putra tunggalku Julius.Rasanya aku mau marah, kenapa Bu Wira mau mengincar putraku yang masihberusia hampir 15 tahun berkisar 12 hari lagi.Sepulang dari arisan, aku sengaja mendatangi tetangga yang lain dansecara lembut menceritakan apa yang diceritakan Bu Salmah kepadaku.Tetanggaku itu tertawa cekikikan. Dari ceritanya, suami bu Wira sudahtak sanggup lagi, bahkan suaminya sudah tahu kelakuannya itu. Bu Wiramemang suka burung muda, kata mereka. Bahkan putra tetanggaku titupernah digarap oleh Bu Wira. Karean malu ribut-ribut, lagi pula anaknyayang sudah berusia 18 tahun dibiarkan saja."Laki-laki kan enggak apa-apa bu. Kalau anak perempuan, mungkinperawannya bisa hilang. Kalau anak laki-laki, siapa tahu perjakanyahilang," kata tetanggaku pula. Bulu kudukku berdiri, mendengarkanceloteh tetanggaku itu. Aku kurang puas denga dua informasi itu. Akubertandang lagi ke tetanggaku yang lain masih di kompleks perumahan.....(Dirahasiakan) Indah. Tetangku itu juga mengatakan, kalau itu soalbiasa sekarang ini.Malamnya aku ngobrol-ngobrol dengan putraku Julius. Julius mengatakan,kalau Tante Wira sudah mengodanya. Bahkan sekali pernah menyalaminyadanmempermainkan jari telunjuknya di telapak tangan putraku. Pernah sekalijuga, kata putraku, Tante Wira mengelus burung putraku dari balikcelananya, waktu putraku bermain ke rumah Tante Wira.Aku sangat terkejut sekali mendengar pengakuan putraku Juliusmenceritakan tingkah laku Bu Wira. Tapi tetanggaku mengatakan, itusudahrahasia umum, dan kini masalah itu sudah biasa. Bahkan tetanggakumengajakku untuk berburu burung muda bersama-sama.Malamnya aku tak bisa tidur. AKu sangat takut, kalau putraku akanmenjadi korban dari ibu-ibu di kompleks itu. Sudah sampai begitu? Semuasudah menjadi rahasia umum dan tak perlu dipermasalahkan? Lamat-lamataku memperhatikan putraku. Trnyata dia memang ganteng seperti ayahnya.Persis fotocopy ayahnya. Walau masih 15 tahun, tubuhnya tinggi danatletis, sebagai seorang pemain basket. Gila juga pikirku.Rasa takutku marah-marah kepada Bu Wira, karean aku juga mungkin pernahdia lihat berselingkuh dengan teman sekantorku. Mungkin itu akan jadisenjatanya untuk menyerangku kembali, pikirku. Hingga aku harus menjagaanak laki-lakiku yang tunggal, Julius.Ketika Julius pergi naik sepeda mootr untuk membeli sesuatu keperluansekolahnya, aku memasuki kamarnya. Aku melihat majalah-majalah pornoluar negeri terletak di atas mejanya. Ketika aku menghidupkan VCD, akuterkejut pula, melihat film porno yang terputar. Dalam hatiku, aku harusemnyelamatkan putraku yang tunggal ini.Sepulangnya dari toko, aku mengajaknya ngobrol dari hati ke hati."Kamu kan sudah dewasa, nak. Mami tidak marah lho, tapi kamu harusjawabsejujurnya. Dari mana kamu dapat majalah-majalah porno dan CD pornoitu," kataku. Julius tertunduk. Lalu menjawab dengan tenang danmalu-malu kalau itu dia peroleh dari teman-temannya di sekolah."Mama marah?" dia bertanya. AKu menggelengkan kepalaku, karena sejakawal aku mengatakan, aku tidak akan marah, asal dijawab dengan jujur.AKu harus menjadikan putra tunggalku ini menjadi teman, agar semuanyaterbuka."Kamu sudah pernah gituan sama perempuan?" tanyaku."Maksud mami?""Apa kamu sudah pernah bersetubuh dengan perempuan?" tanyaku lagi.Menurutnya secara jujur dia kepingin melakukan itu, tapi dia belumberani. Yang mengejutkan aku, katanya, minggu depan dia diajakkawan-kawannya ke lokalisasi PSK, untuk cari pengalaman kedewasaan. Akulangsung melarangnya secara lembut sebagai dua orang sahabat. Akumenceritakan bagaimana bahaya penyakit kelamin bahkan HIV-AIDS. Jikasudah terkena itu, maka kiamatlah sudah hidup dan kehidupannya."Teman-teman Julius, kok enggak kena HIV, MI? Padahal menurut mereka,merekaitu sudah berkali-kali melakukannya? ' kata putraku pula. Yaampun....begitu mudahnya sekarang untuk melakukan hal sedemikian,batinku."Pokoknya kami tidak boleh pergi. Kalau kamu pergi, Mami akan matigantung diri," ancamku."Tapi Mi?""Tapi apa?""Julius akan kepingin juga. Katanya nikmat sekali Mi. Lalu bagaimanadong? Julius kepingin Mi. Katanya kalau belum pernah gituan, berartibelum laki-laki dewasa, Mi?" putraku merengek dan sangat terbuka. Akumerangkul putraku itu. Kuciumi keningnya dan pipinya denga penuh kasihsayang. Aku tak ingin anakku hancur karean PSK dan dipermainkan olehibu-ibu atau tante girang yang sering kudengar, bahkan oleh Bu Wirayangtua bangka itu.Tanpa terasa airmataku menetes, saat aku menciumi pipi putraku. Akumemeluknya erat-erat. Aku akan gagal mendidiknya, jika anakku sematawayang ini terbawa arus teman-temannya ke PSK sana."Kamu benar-benar merasakannya, sayang?" bisikku."Iya Mi," katanya lemah. Aku merasakan desahan nafasnya di telingaku.Yah...malam ini kita akan melakukannya sayang. Asal kamu janji, tidakmengikuti teman-temanmu mencari PSK, kataku tegas."Berarti aku sama dengan Tony dong, Mi?""Tony? Siapa Tony?" tanyaku ingin tahu, kenapa dia menyamakan dirinyadengan Tony. Menurut cerita Julius putraku, Tony juga dilarang mamanyamengikuti teman-temannya pergi mencari PSK, walau Tony sudah sempatjugapergi tiga kali bersama teman-teman sekelasnya. Untuk itu, secaradiam-diam Tony dan mamanya melakukan persetubuhan. Katanya, Tonymemakaikondom, agar mamanya tidak hamil. Aku terkejut juga mendengarnya."Kamu tidak perlu memakai kondom, sayang. Mami yakin, kalau mami tidakakan hamil," kataku meyakinkannya. Seusai makan malam, Julius taksabaran meminta agar kami melakukannya. AKu melihat keinginan putrabegitu mengebu-gebu. Mungkin dia sudah pengalaman melihat CD Porno danmajalah porno pikirku. AKu secepatnya ke kamar mandi mencuci paginakudan membuka BH dan CD ku. AKu memakai daster miniku yang tipis. Dikamarmandi aku menyisiri rambutku serapi mungkin dan menyemprotkan parfum kebagian-bagian tubuhku. Aku ingin, putraku mendapatkan yang terbaikdariku, agar dia tidak lari ke PSK atau tante girang. Putraku harusselamat. Ini satu-satunya cara, karea nampaknya dia sudah sulitdicegah,pengaruh teman-temannya yang kuat. Jiwanya sedang labil-labilnya,sebagai seorang yang mengalami puberitas.Begitu aku keluar dari kamar mandi, putraku sudah menanti di kamar. Diakelihatan bingung melihat penampilanku malam ini. Tidak sepertibiasanya."Kamu sudah siap sayang," kataku. Putraku mengangguk. Kudekati dia.Kubuka satu persatu pakaiannya. Kini dai telanjang bulat. AKuamelapaskan dasterku. Aku juga sudah telanjang bulat. Aku melihatputrakumelotot mengamati tubuhku yang telanjang. Mungkin dia belum pernahmelihat perempuan telanjang sepertiku di hadapannya. Aku duduk ditempattidur. Kutarik tangannya agar berdiri di sela-sela kedua kakiku. Akupeluk dia. Aku kecip bibirnya dengan mesara. Pantatnya kusapu-sapudengan lembut, juga punggungnya. Dengan cepat terasa burungnyabergerak-gerak di perutku. Kujilati lehernya. dia mendesah kenikmatan.Liodahku terus bermain di pentil teteknya. Lalu menjalar ke ketiaknyadan sisi perutnya. Aku merasakan tangan anakku mulai memagang kepalaku.Kuperintahkan dia untuk duduk di pangkal pahaku. Kini dia duduk dipangkal pahaku, dengan kedua kakinya bertumpu ke pinggir tempat tidur.Tiba-tiba aku merebahkan diriku ke tempat tidur. dia sudah berada diatasku. Kuminta agar dia mengisap puting susuku. Mulutnya mulaiberaksi.Sementara burungnya terasa semakin keras pada rambut paginaku. Dengancepat pula, kurebahkan dirinya. Kini aku yang balik menyerangnya.Kujilati sekujur tubuhnya. Batang burungnya, telur yang menggantung dipangkal burungnya. Ku kulum burungnya dan kupermainkan lidahku padaburung itu."Mami...geli, " putraku mendesah."Tapi enakkan, wayang," tanyaku."Enak sekali Mi," katanya. Aku meneruskan kocokanku pada burungnya. Diamenggelinjang- gelinjang. Kuteruskan kucokanku. Kedua kakinya menjepitkepalaku dan...croot. croot.crooooooot ! Spermanya keluar. Kutelansepermanya dan kujilati batangnya agar spermanya tak tersisa. Akusenagaja memperlihatkannya kepadanya.Kini dia menjadi lemas. Terlalu cepat dia keluar. Mungkin sebagaipemula, dia tak mampu mengontrol diri. Kuselimuti dirinya. 20 menitkemudian, setelah nafasnya normal, aku memberinya air minum segelas.Lalu aku membimbingnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kusabuniburungnya dan kulap pakai handuk. Kini kami sudah terbaring berdua ditempat tidur."Enak sayang?" tanyaku. Dia menagngguk."Tapi Mi, kita kan belum begituan. Katanya kalau begituan, burungJuliusmasuk ke lubang memek Mami," katanya polos. Aku menganguk. Kamu harussegar dulu. Nanti kita ulangi lagi. Nanti kamu boleh memasukkannya kelubang Mami, kataku."Kenapa nanti Mi? Kenapa tidak sekarang?" dia mendesak.Dia sudah begitu menginginkannya pikirku. Langsung kulumat bibirnya.Kujulurkan lidahku ke dala mulutnya. Dia langsung meresponsnya. Kinidiaberganti memberikan lidahnya padaku. Aku mengemutnya dengan lembut.Tanganku terus membelai-belai tubuhnya dan burungnya kuelus-elus.Sebentar saja burung itu bangkit."Naiki Mami, sayang," kataku. Dia naik ke tubuhku."Masukkan," pintaku. Dia mencari-cari lubangku. Kuarahkan burungnyadengan tanganku. Setelah burung itu terasa di tengah bibir paginaku,kuminta dia menekannya. Dia menakan burungnya dan langsung masuk,kareanpaginaku sudah basah. Aku memang sudah sangat lama merindukan adaburungmemasuki paginaku. Setelah terhenti 5 tahun perselingkuhanku denganseorang duda teman sekantorku (sejak dia pindah) aku tak pernah lagiselingkuh.Burung yang besarnya cukup itu, terasa sudah mengganjal di liangpaginaku. KUkangkangkan kedua kakiku. Aku membiarkan burung itutenggelam di dalamnya. Tak lama kemudian, aku merasakan putraku sudahmulai menarik-cucuk burungnya. Aku biarkan saja, walaupun sebenarnyaakusudah agak gatal ingin meresponsnya. Lama kelamaan, aku tak tahan juga.Aku pun meresponnya dengan hati-hati, seakan aku hanya melayaninyasaja,bukan karean kebutuhanku. Sambil memompa burungnya, kuarahkan mulutnyauntuk mengisap-isap pentil payudaraku. Dia melakukannya. AKu sudahmelayang di buatnya. Sudah lama sekali aku tidak merasakan kenikmatanitu, sementara usia yang 37 tahun, masih membutuhkannya. Kujepit keduakakiku ke tubuh putraku. Aku orgasme dengan cepat. Aku tidakmemperlihatkan, kalau aku sudah orgasme. Perlahan-lahan aku tetapmeresponsnya, sampai aku normal kembali."Jangan digenjot dulu, sayang. Mami Capek. Isap saja tetek mami,sayang," pitaku. Aku tak ingin dia sudah orgasme, sementara aku masihjauh. Dia menjilati tetekku dan mengisap-isapnya. Atas permintaanku,sekali-sekali dia juga menggigit putingku. Libidoku bangkit. Aku mulaimelayang. Aku mulai menggoyang tubuhnya dari bawah. Dia meresponsdengankemabli menggejotku, menarik dan mencucuk burungnya ke dalam liangpaginaku. Aku mendengar, suara begitu becek pada paginaku. Aku sedikitmalu, karena selama ini, aku sudah tidak merawat lagi paginaku. Tapidiasemakin semangat mengocokkan burungnya."Mami...aku sudah mau keluar nih..." katanya. Saat itu aku juga sudahmau muncrat. Aku percepat goyanganku, agar aku lebih dulu sampai padapuncak kenikmatan itu. Dan...dia memelukku erat sekali. Bahukudigigitnya dan sebelah tangannya mencengkeram rambutku. Ternyata kamibisa sama-sama sampai. Aku masih mampu mengatur irama permainan ini,pikirku.Aku keringat dan putraku juga berkeringat. Perlahan dia ku baringkan kesisiku dan aku menyelimuti tubuh kami dengan selimut tipis, sekaligusmelap tubuh kami dari keringat. Setelah 15 menit aku bangkit danmeneguksegelas air putih. Segelas kuberikan kepdanya.Julius berjanji untuk merahasiakan ini kepada siapa saja, termasukkepada teman dekatnya. Walau menurut Julius, temannya sudah berhubungandengan beberapa wanita di lokalisasi PSK, namun behubungan denganibunyajauh lebih nikmat. Aku juga memberi yang terbaik buat putraku, demikeselamatan hidupnya, terhidar dari PSK dan tante giang.Aku menyangupi, memberinya cara lain bermain seks, seperti yang dialihat di CD porno dan majalah-majalah, seperti doggystyle dansebagainya. Malam itu, Julius juga bersumpah, tidak akan pergi mencariPSK, walau pun teman-temannya menuduhnya laki-laki Kuper danketinggalanzaman, karea dia sudah mendapatkannya dariku dengan baik.Sejak saat itu, kami selalu melakukannya secara teratur, tidakserampangan. Tenatu saja di tempat tidur, di dapur, di sofa dantempat-tempat lai di rumah kami dengan suasana yang indah. Bahkan kamipernah juga melakukannya di hotel, ketika kami wisata ke bogor. Semuaorang memuji kegantengan putraku yang wajahnya imut-imut dan manja itu.Kini putraku sudah SMA, AKu sudah persis 40 tahun. Orang bilang akumasih tetap cantik, karean aerobik. Sebeanranya, selain aerobik, akujuga melakukan hubungan seks yang sangat terataur.

MBAK YETI

MBAK YETI

Siang itu hp-ku berdering dan setelah kulihat ternyata mbak Yeti yangmeneleponku. Agak cukup lama kami tidak berhubungan karena mbak Yetimengikuti suaminya yang ditempatkan untuk menduduki suatu jabatandipemerintahan dikota P diluar pulau Jawa."Halo Adhie, apa kabar kamu?,sudah lama kita gak ketemu ya", "Baik mbak, iya nih sudah lama banget,kirain mbak Yeti sudah lupa sama aku" sahutku. Setelah berbasa basiditelepon, karena kebetulan mbak Yeti sedang ada urusan diJakarta, makakamipun berjanji untuk bertemu. Mbak Yeti mengutarakan untuk bertemupada saat makan siang disebuah hotel dikawasan Jakarta Pusat.Keesokan harinya, karena aku memang sedang tidak ada jadwal dinas, makaakupun meluncur menuju hotel tempat kami berjanji bertemu. Dilobbyhotelkutemui mbak Yeti sudah menunggu dengan mengenakan kemeja berwarna pinkdengan rok hitam sedikit diatas lutut dan blazer hitam. Sungguhterlihatanggun dan cantik dia berpakaian begitu. Ketika kuajak untuk makansiangdirestoran hotel, mbak Yeti berkata "Jangan disitu dhie, mbak pengencerita banyak sama kamu. Kita kekamar saja yuk, mbak nginap disinikok".Ternyata mbak Yeti memang menginap dihotel itu, karena tidak inginmerepotkan keluarga adiknya yang menempati rumahnya diJakarta, dan jugatadi pagi ada acara pertemuan dengan istri2 pejabat didepartemen tempatsuaminya bertugas.Kamipun menuju kamar tempatnya menginap, dan memesan makan siangmelaluiroom service. Selesai makan siang, mbak yeti mengajak keteras kamarhotel. kamar yang ditempatinya adalah type suite room dengan teras yangmenghadap ketaman hotel, maklum suami mbak Yeti pejabat didaerah.Kamipun ngobrol diteras kamar sambil menikmati red wine dan menghisaprokok. Mbak Yeti bercerita tentang dirinya yang sampai sekarang tidakpernah mendapat kepuasan sebagai istri dari suaminya yang berusia jauhdiatasnya (suaminya kini berusia 54th sedangkan mbak Yeti 36th). "Mbaktidak pernah terpuaskan oleh suami mbak dhie, terus terang saja mbaktidak pernah selingkuh mencari kepuasan selain dengan Adhie" katanyasambil tersenyum melirikku dan berdiri kearah pembatas teras. "Kenapambak gak cari pelampiasan untuk memenuhi kebutuhan mbak?" tanyakusambilberdiri juga mengahampiri mbak Yeti dan memeluk tubuhnya dari belakangdan menyibakkan rambutnya kemudian mengecup leher dan belakangtelinganya. Sambil menggelinjang dia menjawab "Mbak gak beranisembarangan dhie...takut. ..ssshhhh" desisnya karena aku mulai menyiumilehernya sambil meremas dadanya dari balik kemeja yang dikenakannya.Pada saat itu kontolku sudah tegang mengeras dibalik celanaku yang akutempelkan kebelahan pantatnya. Harum parfum yang dipakai mbak Yeti danpengaruh red wine makin membangkitkan birahiku. Kubuka kancing bajunyadan menyelipkan tanganku untuk meremas teteknya dari balik BH merahyangdikenakannya sambil terus menciumi lehernya. Mbak Yeti berusahamembalikkan tubuhnya kearahku, tapi aku tahan tubuhnya dan sedikittekankearah pembatas teras sehingga aku dengan leluasa dapat mencumbunyadaribelakang. Tanganku sudah menyelinap dibalik BHnya dan memelintirputingnya yang sudah mengeras sambil tidak menghentikan ciuamnkudilehernya yang jenjang."Sssssshhhhh. ......mmmmmmhhh. ....Adhieeee. ....trusssssayaaang.... enaaaaaak" desahnya sambil menggoyangkan pinggulnyasehinggagesekan yang kurasakan ditonjolan kontolku terasanikmat."Mbak. ..gggaaak. ..tahaaaan. .....sayaaang" desisnya lagi menerimacumbuan dan rabaanku ditubuhnya. Sementara kini tanganku yang satusudahmulai menyingkapkan roknya dan mengelus selangkangannya. Belahanmemeknya dari balik celana dalamnya aku usap2 sampai terasa mulaibasah.Gelinjangan tubuhnya makin liar dan desahannya kadang mulai kerasterdengar. Akhirnya aku lepaskan rok yang dikenakannya, terlihat mbakYeti sangat sexy sekali dengan hanya mengenakan celana dalam merah yangmungil dan tipis sedangkan bagian atas masih berbaju lengkap. Kakinyayang indah langsung kuciumi, diapun membalikkan tubuhnyabersenderdipembatas teras. Ciuman dan jilatanku dipahanya makin membuatnyamendesah dan menggelinjang liar, apalagi ketika aku mulai menjilatiselangkangannya yang masih dibungkus celana dalam."Aaaaaagghhhh. ........teeerrrr uussss sayyyaaanggg. ....ssshhhh" Belahanmemeknya terpampang jelas dibalik celana dalamnya, lidahku menjilatibelahan itu naik turun yang membuat celana dalamnya semakin basah danmbak Yeti makin meracau tidak karuan. Ketika aku membuka celanadalamnya, mbak Yeti membantu sambil menarik kursi yang dekat darinya.Kemudian dengan tetap masih bersandar kepembatas teras, mbak Yetimenaikkan satu kakinya diatas kursi seakan sebagai tanda memintakuuntukmencumbu memeknya yang sekarang terpampang indah didepan mukaku. Sepatuber-hak tinggi juga masih dikenakan dan sungguh sensual pemandangandihadapanku kini. Akupun langsung melahap, menciumi dan menjilati memekmbak Yeti yang bersih dari bulu itu. Dan karena posisi satu kaki diataskursi, membuat liang senggamanya agak merekah memperlihatkan warna pinkyang sudah basah didalamnya. Lidahku menyelinap kedalam liang senggamambak Yeti berputar didalam dan ketika menemui klitorisnya yang sudahmengeras langsung aku hisap kuat2"Oooooohhhhhh. ......... ...ssssshhhhh. ........iiisaaaa ppp....yang..kuaaaattt t saaayyyyang. .." katanya sambil makin menekankepalaku kearah memeknya. Ketika jilatanku kupindahkan kelubang anusnyasambil memasukkan jariku kememeknya, mbak Yeti meracau keras"Haaaaahhhhhssshhh. ........jangaaaa nnn...disssiiiit uuu....sayangggg .......jorokkkk. .."aku khawatir teriakannya dapat didengar oleh tetangga kamarnya, tetapiaku sudah tidak perduli dan makin kukitari lubang anusnya denganlidahkudqan mempercepat kocokanku dimemeknya. Tiba2 mbak Yeti mengerang kerassambil menurunkan kakinya dari kursi dan kedua kakinya menjepit keraskepalaku. Badannya meregang "Mbakkkk.... kelllluaaarrrr. ...sayaaaannng" ,akupun merasakan cairan dimemeknya bertambah banyak yang meleleh keluardari bibir memeknya yang kemudian aku jilati. Rasanya asin tapi sungguhterasa nikmat dilidahku. Setalah itu mbak Yeti meraih tubuhku naik danmencium bibirku, lidah kami saling bertaut dan saling menghisap didalamsebelum mbak Yeti melepaskan diri dari pelukanku sambil berkata "Dhie,baru cumbuan lidahmu saja mbak sudah nikmat sekali rasanya sayang, mbakmau mandi dulu ya". Mbak Yetipun dengan tanpa mengenakan apa2 dibagianbawah tubuhnya dan sambil melepas blazer, kemeja, sepatu dan Bhnyamelenggang menuju kamar mandi. Sungguh sensual pemandangan itu, apalagikemudian mbak Yeti setelah telanjang bulat menoleh dan tersenyum nakalpadaku sambil berjalan masuk kamar mandi.Setelah meneguk lagi red wine, aku melangkah menuju kamar mandi yangpintunya tidak ditutup oleh mbak Yeti. Kontolku masih tegak kerasdidalam pakaian yang masih lengkap aku kenakan yaitu t-shirt ber-kerahdengan celana jeans.Karena mbak Yeti mandi dibawah shower sambilmembelakangi pintu sehingga tidak menyadari bahwa aku memperhatikantubuhnya yang menawan itu. Butiran2 air ditubuhnya menambah sensual danmembuatku makin bernafsu sehingga aku dengan cepat menanggalkanpakaianku kemudian menghampiri dan langsung memeluk tubuhnya sambilmenggigit kecil lehernya. "Ih...kamu ngagetin mbak aja dhie, wah apanihyang nyodok pantat mbak?" katanya sambil tangannya yang masihberlumuranbusa sabun meraih kontolku dan mulai mengocok yang terasa sangatnikmat.tanganku meraih teteknya yang berukuran 36 meremas dan memelintirputingnya yang keras. "Aaaaggghhh. ......geeliiii dhie" ujarnya sambilberkelit kemudian berjongkok didepanku dan mulai menjilati dan mengulumkontolku. Kuluman mulut mbak Yeti dikontolku sangat nikmat, isapannyadikantung pelirku dan jilatan dilubang kencingku hampir membuatkumemuntahkan sperma "Trrrrusssss. ....mbak. .......isaaaap. ..kontolku. ..."kataku kenikmatan sambil menarik rambut dan kepalanya mendekatkekontolku agar dia menelan seluruh kontolku."Heekkk...slurp. ...slurp. ..." mbak Yeti agak tersedak karena akumenekankan seluruh kontolku kemulutnya yang mungil dan sexy itu, tetapikemudian dia melanjutkan kulumannya "Kontol kamu enaaak dhie". Karenasudah tidak tahan, aku raih tubuhnya dan aku tunggingkan sehinggaterlihat memeknya dengan bibir memek yang bersih dari bulu2 itu seakanmenantang menunggu penetrasi kontolku. Mbak Yeti nungging sambilberpegangan kran, kemudian perlahan aku mencoba memasukkan kontolkukeliang senggamanya. Agak sulit dan sempit memek mbak Yeti, "Pelan2masukinnya sayaaang...hhhkkkkk " katanya sambil agak membuka keduakakinya sehingga mempermudah kontolku sedikit demi sedikit memasukiliang senggamanya. Setalah masuk semua kontolku, aku diamkan dulu danmerasakan jepitanmemeknya yang terasa nikmat dikontolku, kemudian akumulai memompa mbak Yeti dengan doggie style."Ayooo....sayannnng ....shhhh. ...entooot mbaaak....sampaiiii. ...puas.. ...ssshhhh" seiring dengan genjotankukememeknya.Aku memakai teori 3-1, yaitu 3 kali genjotan separuh kontolku kedalammemeknya dan genjotan ke4 aku tekan sedalam mungkin. Mbak Yetimerintih-rintih kenikmatan sambil mencoba mengimbangi genjotanku,tetapisetiap aku menggenjot separuh, dia berusaha memundurkan pinggulnyaseakan memeknya mencari penuh kontolku. Pada genjotan penuh, mbak Yetikadang berteriak "Aaaaggghh.. ......nikmaaattt ...sayaaang" . Aku terusmenggenjot dengan sistem 3-1 ku sambil meremas tetek mbak Yeti yangmasih kencang meskipun sudah berumur 36 tahun itu. Tidak berapa lamaakumerasakan dinding memek mbak Yeti makin keras menjepit kontolku"Aaaaggghhh. .....mbaaak. ...mauuuu. ..kelllluaaaarrr r sayaaang" danseambil meregang aku rasakan kontolku serasa disiram cairan didalammemeknya. Karena aku masih tetap menggenjot memeknya,"Addduhhh... ..berhentiii. ..dhie... .mbakkk.. .rasa ngiluuu" katanyasambilmengeluarkan kontolku dari memeknya. Dia berbalik menghadapku,menciumkudan berkata "Hebat kamu sayang, mbak udah keluar lagi tapi kamu masihkuat". Kemudian aku angkat satu kakinya, aku senderkan tubuhnyadidinding dan kembali kontolku aku masukkan kememeknyayang sekarangsudah agak mudah di penetrasi. Aku lanjutkan menggenjot pada posisiitu,dia merintih-rintih kenikmatan sambil menciumi wajah dan leherku,kadangmenggigit pundakku."Mmmmmhhh... .ayooo... .teruuussss. ...jagoankuuuu. ...entotinmbakkkk...sayanggg. ..sshhhh" . Menggenjot tubuh sexy mbak Yeti yangcantik dibawah pancuran air dari shower, sungguh menimbulkan sensasihebat. "Aaaaahhh... ..aku.... ..mauuuu. ...kelllluuuaaar rr...mbaaak"katakuketika kurasakan aku sudah mendekati klimaks,"Mbaaak...juuugaaaa ....saaayaaanggg ....barenggg...yaaaa...keluarrr rnyaaa" jawabnya sambil menggoyangkan pinggulnyadengan semakin liar.Crroooot. ...croooot. ..croooot, aku mengeluarkanspermaku yang serasa berliter-liter didalam memek mbak Yeti, sementaraterasa tubuhnya juga mengejang, meregang dan bibir memeknya menjepitkeras kontolku dan kamipun keluar bersamaan... ..sungguh nikmat. Setelahitu aku mendiamkan kontolku didalam memek mbak Yeti dan aku merasakandenyutan2 memek mbak Yeti yang menjepit seperti mengurut kontolku.Nikmat2 ngilu rasa kontolku, "Kok bisa berdenyut sih memeknya mbak?"tanyaku, sambil tersenyum mbak Yeti menjawab "Karena mbak sering senamdan latihan BL, selain rajin minum jamu dari kalimantan", "Terimakasihsayang, kamu sudah betul2 memuaskan mbak, belum pernah mbak merasakansepuas dan seliar ini" sambil mengecup bibirku. Mbak yeti memang aslidari daerah Kalimantan. Setelah itu kamipun mandi bareng, kemudiandengan tetap bugil merebahkan diri diatas tempat tidur. Kami masih mainsekali lagi diatas tempat tidur, dimana kembali mbak Yeti orgasme 2kalisebelum yang ketiga klimaks bareng. karena jam sudah menunjukkanmendekati tengah malam, aku pamit pulang karena takut istri dan anak2kucuriga. ketika dipintu sebelum menutup pintu, mbak Yeti sempat mengeluskontolku sambil berkata "Puasin mbak kalau mbak keJakarta ya sayang?".Setelah mencium bibir dan mukanya yang cantik akupun kembali meluncurpulang meninggalkan wanita setengah baya yang cantik dan sexy itu,sambil berpikir alngkah beruntungnya aku mendapat rejeki ini.Sekian dahulu ceritaku, bagi para wanita yang ingin berpetualang sexbersih dapat menghubungi emailku.

AKU DAN MANTO

AKU DAN MANTO

Aku tak mengerti, kenapa aku sejak kelas 1 SD, sudah suka sekalimempermainkan memekku, terutama di bagian kelentitku. Rasanya aku sukamelayang-layang. Hal itu terus kulakukan. Sampai kelas 6 SD, aku pernahtinggal kelas sekali, waktu perpindahan kami dari desa ke lokasitransmigrasi. Di lokasi transmigrasi, dua rumah menjadi satu kopel.Antara satu kopel dengan kopel lainnya, agar berjauhan. Kami maukesekolah juga agak jauh, berkisar 2 kilometer harus ditempuh denganjalan kaki melintasi dua buah sungai kecil berair jernih. Di sungaiyangtak jauh dari depan rumah kami, di sanalah kami selalu mandi, mencucipakaian dan di pancuran dekat sungai itu, kami mengambil air minum.Terkadang aku dan teman-teman suka menangkapi udah sungai yangkecil-kecil. Udsah itu kami makan mentah saja dan rasanya enak.Suatu sore aku dan Manto, temanku, (rumah kami satu kopel), kamimencarikayu api dari pohon yang sudah meranggas, untuk kayu bakar. Setelahmencari kayu, kami istirahat sebentar di tepi sungai tak jauh dariorangyang sedang mencuci pakaian. Di sana kami melihat sepasang monyetsedangmelakukan sengama. Aku dan Manto melihat monyet itu sambil tertawa-tawakecil. Sengaja suara kami sekecil mungkin agar monyet itu tidakterganggu. Pada dahan itu, monyet jantan mengeluarkan kontolnya yangkemerahan. Dengan menggoyang-goyang pantatnya, kontol itu inginmemasukimemek si betina. Saat itu aku mulai gelisah. Manto juga diam seribubasamenyaksikan kejadian itu. Tanpa sadar, aku memeluk Manto. Manto balasmemelukku."Wah...pisangnya monyet jantung sudah masuk ke tempik si betina," Mantoberbisik. Kami melihat monyet jantan itu memeluk si monyet betina danmenekan-nekan pantatnya. Monyet betina kelihatan diam saja. Entahkenapatempikku mulai gatal."Kenapa ya, tempikku jadi gatal," kataku."AKu juga. Pisangku jadi berdiri," kata Manto."Coba lihat," kataku. Manto mengeluarkan pisangnya dari celahcelananya."Kita antarkan kayu bakar, nanti di belakang rumah dekat pondok cebai,kita main gituan yok," kataku kepada Manto yang juga sekelas denganku,tapi usianya lebih muda setahun. Manto setuju. Kami mengangkat kayu apikami dan pulang ke rumah, setelah lebih dulu mandi di sungai kecil itu.Aku mandi di tepian perempuan mandi dan mato bebas mandi dekat tempatkami duduk tadi.Setiba di rumah kami meletakkan kayu api kami. Ibu dan bapakku, barusaja pulang dari ladang. Mereka langsung membawa dua adikku ke sungaiuntuk mandi. AKu hanya mendapat tugas menjerang air. Setelah itu, akumengajak Manto ke gubuk Cabai milik ayahku. Kami naik ke atas."Ayo kita mulai, kataku.""Tadi kamu sudah melihat pisangku. Aku mau melihat tempikmu. Bolehkan?"Manto meminta. Aku membuka celana dalamku. Aku memperlihatkan tempikku."Lobangnya di mana? Memasukkannya dari mana?" Manto bertanya.AKu melebarkan tempikku dengan memegang kedua bibir tempikku."Dari sini,. Goblok," kataku. Manto memintaku menunggingkan diriku,agardia bisa memasukkan pisangnya ke tempikku. Aku menunggingkan pantatku,menirukan bagaimana monyet betina yang kami lihat tadi. Mantomenyodok-nyodokkan pisangnya ke tempikku. Tak bisa masuk.Aku terlentang. Lalu kukangkangkan kedua kakiku. Aku minta Manto masukdi sela-sela kakiku dan memasukkan pisangnya. Manto memasukkanpisangnyake tempikku. Masih belum bisa masuk. Aku memegang pisangnya danmenekankannya ke lubang tempikku. Manti mulai menekannya. Ah...sakitsekali. Rasanya sangat perih. Aku mengaduh. Manto menarik kembalipisangnya. Aku masih ingin, agar pisangnya dimasukkan, tapi Manto sudahketakutan, karena aku kesakitan."Ayo dimasukin lagi," kataku."Enggak mau ah, nanti kamu kesakitan lagi," kata Manto."Kamu menekannya pelan-pelan dong," kataku.Manto mau, tapi pisangnya sudah lemas. Aku memegang-megangnya danmengelus-elusnya. Pisang Manto tegang lagi. Dia masukkan pisangnya ketempikku dengan tuntutan tanganku. Perlahan Manto menusukkan pisangnya.Aku kesakitan lagi, tapi kutahan. Lama-lama aku merasakan perih yangsangat sakit. Repleks aku mengaduh. Manto menarik kembali pisangnya."Udah, ya. besok lagi," kataku. Manto mengangguk. Kupakai celanaku dankami pulang. Waktu aku mau pipis, aku merasa sakit sekali. Perih. Akumelihat di celanaku ada bercak darah. Besok waktu aku mau sekolah, akutak bisa berjalan cepat-cepat. AKu minta Manto menemaniku berjalanpelan. Olah raga senam pagi, aku juga tak bisa ikut, karena perutkuterasa sakit dan tempikku terasa masih nyeri. Dua hari hal itukurasakan. Kari ketiga, tempikku terasa agak gatal. Semakin akumengosokkan jariku ke klentitku, aku merasa nikmat. Akua mengajak Mantokembali ke pondok Cabai berkisar 10 meter dari dapur rumah kami."Kita main lagi yok," kataku."Main apa, tanya Manto."Kayak kemarin itu," kataku. Manto tak mau, karena takut aku kesakitanlagi.Kami ganti main kawin-kawinan. Aku ibunya dan manto anaknya. Akumeneteki Manto sebagai anak dengan susuku. Aku membuka bajuku. Tetekkumasih kecil, tapi sudah tumbuh. Pentilnya masih kecil juga. Aku dudukdilantai dengan menjulurkan kedua kakiku. Manto tidur di kedua pahaku.Akumenjulurkan tetekku ke mulut manto. Manto mengisap-isap pentil susukuyang masih kecil. Oh...rasanya enak sekali."Enak sekali, To. Terusin aja," kataku. Manto mengisap-isap pentiltetekku. Terkadang terasa sakit, tapi ada nikmatnya juga. Saat itu,tempiku mulai gatal lagi."Sudah, sekarang kamu bapaknya, aku ibunya," kita main sepertikemarin,"kataku. Dengan cepat kubuka celana dalamku. Dan kubukakan celana Manto.Manto memasukkan pisangnya ke dalam tempikku."Perlahan, ya To," kataku. Begitu kepala pisangnya mendekati tempikku,menurut Manto tempikku panas dan enak di kepala pisangnya."Aku tekan ya," katanya. Aku mengiakan. Entah kenapa, Manto menekannyatiba-tiba dan kuat. Aku menjerit. Saat aku menjerit itu, entah takutatau apa, justru menekan lebih kuat lagi pisangnya. Sreettt, pisangnyaterasa menembus tempikku. Aku terhenyak kesakitan."Udah dulu," kataku. Manto diam. Aku merasa sakit sekali. Dan Mantomencabut pisangnya, lalu memakai celananya."Besok lagi, kataku," Manto setuju. Lalu kami meninggalkan pondok cabaidan kami ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, aku ceboki tempikku.Aku melihat celanaku sudah berdarah. AKua mencuci celana dalamku. Akutak memperlihatkannya kepada Manto, takut kalau di ketakutan.Besoknya aku demam dan tak sekolah. AKu permisi kepada manto. Dua hariaku tak sekolah karean merasa tempikku sakit. Hari ketika aku kembalisekolah berjalan peerlahan-lahan. Manto bertanya, kenapa aku taksekolah, aku katakan aku sakit demam. Memang tubuhku demam selama satuhari penuh.Lima hari setelah kejadian itu, kami mencari kayu bakar lagi atasperintah kedua orang tua kami. Kami mencari ke pinggiran sungai lagi.Mencari kayu-kayu yang meranggas, biar cepat bisa dibakar. Di pinggirsunagi kecil itu, ada sebuah batu besar yang ceper. Kami duduk di sanasetelah mengumpulkan sepemeluk kayu bakar."Kamu sudah tidak sakitkan," tanya Manto kepadaku."Kenapa," tanyaku."Kita main lagi di sini, yok," kata Manto. Entah kenapa aku setuju.Batuitu berada di bawah pohon ketapang yang rindang. Pohon yang ditutupibeberapa pohon perdu yang kalau tak diperhatikan betul, orang tidakakanmelihat kami. Aku membuka celana dalamku. Manti membuka celananya. Tapiaku tak langsung mengangkang. Aku lebih dulu meminta Manto mengisap danmenjilati susuku. Manto menyetujui dan dia menjilati susuku danmengisap-isapnya. AKu kegelian dan enak. Aku meraba-raba juga itilku."Udah, dimasukin aja," kataku.Kamu enggak apa-apakan?" Manto memastikan. Aku mengangguk. Mantimenarahkan pisangnya ke tempikku. Dan perlahan-lahan pisangnya memasukitempikku. Terasa agak sedikit sakit, walau tidak seperti kali pertamadan kedua."Udah masuk separo, apa dimasukin semua?" Manto bertanya."Masukin aja semua, To," kataku. Manto menakan lagi pisangnya.Menurutnya semua sudah masuk dan aku sudah merasakannya, pisang itusudah menembus tempikku. Terasa hangat pisang manto di dalam tempikku.Aku memeluk Manto. Manto mulai menekan dan menarik pisangnya, sepertimonyet jantan memperlakukan si betina."Gimana, To? Enak," tanyaku."Enak Sri," katanya."Kamu gimana, enak juga?" tanya Manto."Iya, To. enak kok. Tapi pelan-pelan aja ya To," mintaku. Manto menarikcucuk pisangnya di tempikku. Aku semakin merasakan enaknya."Dikencangin To," pintaku. Manto mengencangkan tarik cucuk pisangnya ditempikku. Aku memeluknya. Manto juga semakin menindihku dan memelukku."Yang cepat dong, To," pintaku. Manto mempercepat tarik-cucuknya. Entahkenapa aku senang sekali dan enak sekali rasanya. Aku memeluk Mantokuat-kuat dan"Tooooo...enaaaakkk k," kataku. Akau memeluk tubuhnya dengan keduatanganku dan kedua kakiku menjepit pinggulnya. Manto terus memeompa danmemompa sampai akhirnya Manto berhenti dengan terengah-enagh. Kamilemasdan terengah-engah. LIma menit kemudian,:"Enak yo Ri?""Sesok maning, yo?" Aku mengangguk.Malamnya aku susah tidur, Aku masih merasakan betapa enaknya kejadiansiang itu di atas batu. Main bapak-mamak.Keesopkan harinya ketika kami pergi sekolah, aku tanya Manto, apakkemarin itu betul-betul enak? Kata Manto enak sekali. Kami terusmelakukannya setiap ada kesempatan sampai kami lulus SD bersama.SMP kami lanjurkan di kota kecamatan. BIla naik sepeda jauhnya hampirsatu hari dengan jalan yang becek kalau hujan. Aku dan Manto tinggalsatu kos. Menurut Bapakku dan Bapaknya Manto, kalau tinggal berdua,hemat beras dan hemat belanjaan.Kami dibekali dua buah kasur, satu periuk, satu kuali, cangkir plastik,piring tiga empat buah, rantang dan keperluan dapur lainnya.Kami mendaftar di SMP.... di kota kecamatan itu. Kami tinggal dibelakang rumah pak RT sebagai bapak kos kami. Pagi-pagi sekali, akulebih dulu masak nasi dan lauk ala kadarnya, baru pergi sekolah.Sepulang sekolah, kami sama-sama belanja sayur, telur dan ikan asin.Kami belajar bersama karean satu kelas. Kalau sudah larut malam, kamisuka melakukannya.Ketika naik kelas dua, Manto naik sebagai juara pertama di kelas danakujuara kedua. Kedua orang tua kami masing-masing sangat senang.Lulus SMP, aku melanjutkan sekolah masih di Kota Kecamatan juga. Mantomelanjutkan ke kota kecamatan yang lain, karean sekolah pertanian takada di kecamatan itu. Sejak itu kami berpisah. Sampai suatu saat, akudapat pacar baru. INilah mala petaka itu. Aku tak mampu menahanlibidokudan aku hamil. Kelas 1 SMA aku harus menikah. AKu sedih sekalui, ketikahal itu kuberitahukan kepada Manto. Di depan kedau orangtuaku dan didepan kedua orangtuanya, Manto menangis. Aku juga menangis.Aku minta maaf kepada Manto, karean keteledoranku. Manto diam saja. Diatinggalkan aku dirumahku dan dia berlari ke rumahnya. Esoknya aku takmelihat lagi Manto. Kata Simboknya, dia sudah kembali ke tempatsekolahannya, pada saat subuh. Aku hanya berdoa, semoga Manto mendapatistri kelak jauh lebih cantik dan lebih setia daripada aku.Aku memang tak tahu diuntung, meninggalkan Manto yang sangatmenyayangiku.

FIRMAN, RAHSIA TERBESARKU

FIRMAN, RAHSIA TERBESARKU

Firman, rahasia terbesarku*Namanya Firman, ia sahabat kakaku di kampus. Abang, begitu aku memanggilnya seringkali menginap di rumah sehingga kamimenganggapnya sebagai bagian dari keluarga. Suatu hari, aku sedang berada di dapur.Aku mendengar suaranya yang khas. Ia sendiri langsung menuju ke dapur. Hariitu, hanya ada aku dan adikku saja, kedua orangtuaku pergi ke Bandungmenengok tante yang melahirkan dengan kakakku. Sore itu adikku akan menginap di rumahom di kawasan Ciputat, jadi otomatis aku sendirian di rumah. Aku tidak pernahterbiasa mengenakan bra di rumah, pakaiankupun seadanya saja. Terkadang akupakai daster atau kaus dan celana pendek. Hari itu, aku menggunakan daster setaliyang sudah butut dan tipis. Setelah adikku berangkat, otomatis tinggal kamiberdua. Aku dan Abang. Aku menuju dapur untuk mematikan kompor. Tiba-tiba aku rasakanada yang memelukku dari belakang. "Aku kangen kamu, dek", bisiknya lembutditelingaku. Hmmph...Kuhirup kesegaran wangi mint dari mulutnya. Aku berbalik,"Gombal, "rutukku. Ia tetap memelukku, aku tak kuasa mengelakciumannya. Ini bukan ciuman pertama, ini ciuman yang kesekian. Ciuman yang awalnyalembut dan berakhir dahsyat...Ciuman yang kunanti disetiap malam ia datang.Kami saling berpagut, lidah kami bertaut. Mata kami saling menatap dan kamikelihatan sangat lapar. Aku melepaskan pagutan itu sesaat. Dengan senyum menggoda, kulepaskan tanggannya dari pinggangku. Ia mengejarku, aku duduk di ruang keluargasambil menyalakan TV. Ia menyusul duduk disampingku, memainkan lidahditelingaku, nafasnya yang hangat kurasakan ditelinga, lalu ia mencium leherjejangku. Ku tatap ia dalam-dalam, ia mencium bibirku lagi. Sore itu kami tak banyakberkata-kata. Tangannya sudah meraba dadaku, putingku mengeras... Iamencumbuku disaat aku masih berpakaian.. .Dicumbunya aku, mulai dari leher, dada,perut dan kemaluanku. Ditariknya kaosku, nafasku tersengal-sengal ketika mulutnyamendarat di puting payudaraku.. .dikulumnya kurma manis itu...Arrrggghhh, aku mengerang... tangannya yang lain memilin putingku yang lain...Iabergantian menjilat, menghisap, puting payudaraku yang besar dang berwarna coklat.Sweet dates katanya, ya...puting ku seperti kurma...Aku hanya bisa memejamkanmata sambil menikmati sensasi yang ada... Abang lalu mencumbu perutku,sambil membuka celana pendek dan celana dalamku. Ia menatapku jalang... Di usapnyavaginaku sekilas dengan telunjuknya. Aaaaaaaarrrrrrrrggg gggggggghhhhhhhh , akumengerang lagi. "Sudah basah sayang..." Dikecupnya vagina basah itu, laludimasukkannya lidahnya kedalam liang kenikmatan.. .Ini kali pertama aku merasakannikmatnya di cumbu... Ia menghisap smua sudut yang ada, dimainkannyaklitorisku.. .Betapa rakusnya,lidahnya kurasakan membakar dinding vaginaku...Semakinbasah... Aku merasakan semua sensasi yang di berikannya, sampai tak menyadari iapuntanpa busana. Ia masih dengan rakus mencumbuku, menghisap, menjilat sekujurtubuhku. Penisnya yang besar membuatku tak kuasa untuk menggenggam erat danmemasukkannya dalam mulutku... Ini bukan kali kedua kami oral seks, biasanya kamimenggunakan coklat pasta untuk menambah sensasinya. Kami tenggelam dalam surgadunia... Aku mencium bibirnya, kurasakan penis besar itu menyentuh vaginabasahku...Aku belum pernah penetrasi... Direnggangkannya kedua kakiku...Penisnya seakan taksabar ingin masuk ke dalam vaginaku...Di gesek-gesekkannya perlahan...Aku taktahan bang... eranganku membuatnya merasa yakin aku menginginkan tubuhnya...Penisnya perlahan-lahan masuk kedalam vaginaku... Ada rasa perih, ada darahsegar mengalir disana.... IA menggenjotku perlahan...seperti lingga yangmasuk kedalam yoni. Ia terus menggenjotku. ..keras dan tak beraturan. Suaranya sepertialu dan lumpang yang sedang menumbuk kopi...Arrrgggghhhh hh nikmatnya kurasa.... Tubuh kami menyatu dalam peluh...ia terus mencumbuku.. . Ia memintaku di atas....Arrrggggggh hhhhhh, sensasinya bagaikan setruman listrik yangmengalir ke seluruh tubuh... Kami melakukan terus sepanjang sore itu, Abangmengajari banyak hal, posisi, dan....kamipun mencapai orgasme bersama-sama. ..Spermanyayang panas membakar vaginaku...Meleleh diantara kedua kakiku.... KAmimengakhirinya dengan saling berpelukan, dan ia membopongku ke kamar mandi...Di sana kamimembersihkan diri dan mengulangi kembali... Syukurlah kami melakukan semuanya dilantai, bukan di sofa. Sepanjang malam, karena malam itu aku sendirian. Kamimenikmati permainan panjang kami... Sejak saat itu, Abang semakin sering menginapdi rumah. IA selalu menyusup di kamarku malam-malam. Tahun lalu, Abangmenikah. Setelah sebelumnya memintaku untuk menjadi isterinya. Aku menolakkarena memang aku menyayanginya sebagai seorang kakak. Terus terang Firman adalahrahasia terbesarku, karena tak ada yang mengetahui permainan cinta kami. Saatini, aku merindukan kejadian ini, aku rindu lidah panasnya yang membakar liangvaginaku, aku rindu penis besarnya yang mampu mengguncangku. .. YAng jelas akuRINDU...

AYU JANDA BAIK

AYU JANDA BAIK

Aku adalah seorang lelaki berusia 50 th, mempunyai seorang istri dan 2anak yang sudah menginjak usia dewasa.Jujur aku akui bahwa aku beberapakali selingkuh. Selingkuh yang akulakukan rata2 dengan wanita2 yang betul2 aku kenal, karena aku tidakbisa sex dengan bayaran meskipun kalau dilihat dari tingkat ekonomiku,aku termasuk orang yang sangat berkecukupan secara materi. Penampilanku biasa2 saja, hanya entah mengapa aku seakan mudah mendapatkan wanitayang dapat menjadi penyaluran hasrat sex ku.Salah satu yang ingin aku ceritakan adalah pengalamanku selingkuhdenganseorang janda berusia 35 tahun bernama Ayu.Aku dan istriku kenal baik dan sudah seperti saudara dengan Ayu danmantan suaminya itu. Baru belakangan aku tau bahwa mereka ternyata adamasalah dan sudah menyelesaikan perkara perceraian mereka dipengadilan.Karena hubungan kami yang sudah cukup erat, maka aku dengansepengetahuan istriku mencoba untuk membantu mereka, agar adajalankeluar yang terbaik. Akupun menghubungi ayu melalui hp-nya,setelahberbincang cukup lama akhirnya aku surprise setelah mengetahui bahwaternyata dari pertama menikah mereka sudah ada masalah yang cukupserius. Sambil terisak menangis ditelephone, Ayu bercerita bahwasebelumperceraian ini mereka sudah hampir 1,5 tahun tidak berhubungan sex.Malahan Ayu bercerita meraka sangat jarang berhubungan sex dari awalpernikahan mereka yang sudah berjalan hampir 5 tahun. Mendengar itu akusangat heran karena Ayu adalah seorang wanita yang sangat cantik dengantinggi badan sekitar 165 cm dan proporsi tubuh yang sangat ideal/sexy.Aku berpikiran bahwa si-suami sangatlah bodoh,sehingga aku mengajak Ayuuntuk bertemu agar secara langsung dapat menceritakan semuanya. Ayumengiyakan ajakanku dan kami berjanji bertemu disebuah hotel dikawasanJakarta pusat pada saat makan siang.Siang itu aku bilang sama sekertarisku bahwa aku ada pertemuan denganseseorang dan akan lama sehingga tidak akan kembali kekantor. kemudianaku menelephone istri dan menyampaikan bahwa aku ada meeting sampaisore. Kemudian akupun meluncur menuju hotel yang dimaksud. Setibanyadirestaurant hotel, aku melihat ayu sudah duduk dimeja untuk 2 orangyang terletak disudut sehingga tidak menyolok terlihat orang lain. Akuterkagum dengan penampilan Ayu yang mengenakan rok mini hitamdikombinasikan dengan blazer hitam. Sungguh terlihat cantik. Setelahberbasa basi dengan ciuman pipi kiri dan kanan seperti biasa apabilakami bertemu, kamipun memesan makan. Sambil menikmati hidangan makansiang, Ayu bercerita panjang lebar mengenai kasus perceraiannya.Meskipun terlihat tegar, tidak urung aku dapat melihat airmatamengambang dikedua mata Ayu yang indah. Selesai makan, kami berduamenuju lobby bar yang ada dihotel tersebut dan melanjutkan pembicaraan.Karena posisi duduk ayu tepat dihadapanku dan kursi di-bar tersebutempuk, maka aku dapat melihat paha Ayu tersingkap dari rok mininya,kadang apabila dia bergeser mengambil minum tersembul terlihat celanadalamnya yang berwarna hitam juga.Terus terang aku terpana dan tidakdapat kosentrasi melihat itu semua. nafsu ke-lelaki-an ku timbul danakuberusaha menyembunyikan tonjolan kontolku yang mengeras agar tidakterlihat oleh Ayu. semakin lama bercerita, Ayu akhirnya tidak dapatmenahan tangisnya. Akupun bertindak gentleman dengan dudukdisampingnya,memeluk sambil mengusap airmatanya dengan saputanganku. "Mas, Ayu hariini gak mau pulang kerumah." ujarnya."Lho terus ayu mau kemana?"tanyakusambil tetap memeluk dan mengusap-usap punggungnya. "Gak tau mas, Ayujuga bingung" katanya lagi."Kalau begitu, Ayu tinggal dihotel sinisaja"usulku yang diiyakan oleh Ayu. Setelah check in diresepsionist, akupunmengantarkan Ayu menuju kamar hotel sambil membawakan tasnya yangberisikan beberapa potong pakaian.Setelah meletakkan tasnya, akupunberniat untuk pamit pulang, meskipun sebenarnya tidak ingin. "Jangantinggalin Ayu dulu mas, temenin Ayu dulu disini" katanya sambil melepasblazer yang dikenakannya. Ternyata didalam blazernya, Ayu mengenakankemeja berkerah yuu can see agak ketat sehingga terlihatlah sekarangpostur tubuhnya yang sexy dengan dada yang aku taksir berukuran 36."Wahkalo harus nemenin Ayu disini, aku takut gak nahan nih" katakubercanda."Gak nahan apa sih mas?" katanya sambil tersenyum manis dan mengerlingmelihat tonjolan kontolku yang dari tadi tidak turun2. Entah siapa yangmemulai dahulu, kami sudah berpelukan sambil berdiri dan berpagutciuman. Aku kulum bibir Ayu yang sexy dan lidah kami bertautan didalam.Terasa olehku tonjolan dadanya yang menekan lembut kedadaku seginggakontolku makin keras dan tonjolannya menekan ketubuhnya. Sambil tetapberciuman aku dorong tubuh Ayu kearah tempat tidur sehingga kami berduaterjatuh bergumul ditempat tidur. Ciumanku aku alihkan kelehernya yangjenjang sampai Ayu menggelinjang kegelian, sementara tanganku sudahmeraba dan mengelus pahanya yang sudah tersingkap karena rok mininyaterangkat tidak karuan. Sambil tetap menyiumi lehernya, aku mulaimemreteli kancing kemejanya satu persatu, demikianpun Ayu berusahamembuka kemeja yang aku kenakan. Setalah kemeja kami berdua terlepas,Ayu terlihat sangat sexy dengan BH hitamnya yang memperlihatkan tojolanteteknya yang sangat indah itu. Akupun melepas kaus dan celanakusehingga hanya mengenakancelana dalam saja, sedangkan Ayupun telahmelepaskan rok mininya dan kembali merebahkan diri telentang diatastempat tidur sambil tersenyum manis. Kemudian aku hampiri dan tindihtubuhnya dan dengan nafsu menghisap bibirnya yang mungil dan sexy itusambil tanganku meremas lembut dadanya melalui BH yang masihdikenakannya. Dia membalas ciumanku dengan mendorongkan masuk lidahnyadan menghisap lidahku.Selain itu tangannya meremas kedua pantatku.Akumenurunkan ciumanku keleher kemudian kedadanya sambil membuka kaitanBHnya hingga terlepas dan kedua teteknya terlihat menyembul kencangdengan putingnya telah tegak berwarna pink agak kecoklatan. Aku jilatikedua teteknya sambil kadang menghisap sedikit menggigit putingnya yangkeras ."Ssssshhhh. ...ahhhh. ...enak masss...truusssss. .." desahnyasambiltangannya mulai meraba kontolku dari balik celana dalamku. Ciuman akuteruskan turun keperutnya yang masih rata meskipun sudah melahirkan 2orang anak. Kemudian sampailah mukaku didepan selangkangan Ayu yangmasih dibalut celana dalam hitam. tercium aroma memeknya yang menurutkusangat khas dan aku mulai menjilati selangkangannya yang masihdibungkuscelana dalam itu. kadang dengan nakal lidahku menyelinap melalui tepicelana dalamnya menyentuh bibir memeknya yang sudah mulaibasah."Sssshhhhh. ......buka saja mas......... AAAyyyuu. ..gaaaktahaaaann... " ujarnya sambil menggoyangkan pinggulnya mengikuti iramasapuan lidahku keselangkangannya. Segera kutarik membuka celanadalamnyayang dibantu dengan Ayu mengangkat pinggulnya,dan terlihatlah memeknyayang dicukur bersih. kukecup dan cium bibir memeknya kemudian sedikitkugigit kecil yang membuat Ayu tergelinjangsambil mengerang geli dannikmat. Aku sapukan lidahku kebelahan memeknya yang sudah agak basahsambil sedikit demi sedikit mendorong lidahku masuk keliang senggamanyaitu. Lidahkupun bermain diliang senggamanya sambil menghisap danmenggigit klentitnya yang sudah mengeras, sementara tanganku meremasteteknya dan memelintir pentilnya dengan jari."Aaaaaaggghhhh. .....masssss. .....Ayuuuu. ... udah gggaaktahaaan...ssshhhhh" desisnya sambil makin liar menggoyangkanpinggulnya.Aku tidak menjawab hanya betul2 menikmati menjilati memeknya danmenghisap lendir2 yang keluar dari liang senggamanya. Tiba2 kedua pahaAyu terasa menjepit keras kepalaku sehingga membuatku agak sulitbernafas, sambil mengerang keras "Ayyyyuuuuuu. ....kluuuuaaaarr rrmasssss" dan lidahku dapat merasakan cairan yang keluar dari liangsenggamanya makin banyak. ternyata Ayu sudah mencapai klimaksnya, akutelan cairan nikmatnya yang terasa agak asin. setelah itu ayu menghelanafas panjang sambil telentang memeramkan matanya seakan menikmatiklimaksnya. Ketika membuka matanya Ayu tersenyum sambil berujar "Ayubelum pernah senikmat ini mas, tapi curang kalo cuma Ayu yang dikerjaingini", kemudian dia mendorong tubuhku hinggatelentang rebah ditempattidur, lalu Ayu dengan bernafsu menyiumi wajahku, leherku,dadaku yangdia isap2 pentilku membuat aku menggelinjang kenikmatan dan geli.Ciumannya turun terus kebawah dan ketika sampai diselangkanganku diaberhenti sambil matanya melotot tidak berkedip melihat tonjolankontolkudari balik celana dalam yang masih kukenakan. Sambil meraba tonjolankontolku, dia berkata"Keras sekali kontol mas, Pan (suaminya) punya gaksekeras ini mas". Kemudian dia menjilati tonjolan kontolku tanpamelepascelana dalamku, lidahnya menyapu tonjolan batang kontolku naik turunyang sungguh nikmat rasanya. dari balik celana dalamku dia mengulumkedua biji pelerku yang membuat celana dalamku jadi basah terkena airliurnya. Karena sudah tidak tahan, dia menarik membuka celana dalamkudan langsung kontolku yang 17cm tegak keras didepan muka Ayumemperlihatkan urat2nya. tanpa membuang waktu Ayu mulai menjilati danmengulum kontolku dengan bernafsu seakan anak kecil yang menemui icecream. Tidak tahan dengan kuluman dan jilatannya, aku menarikpinggulnyakemukaku sehingga kami dalam posisi 69 dan selagi Ayu menikmatikontolkudengan mulutnya, aku mempermainkan memeknya dengan lidahku. Aku sapukanlidahku sepanjang belahan memeknya dan terus sampai kelubang anusnya.Dengan lidahku aku kelilingi lubang anusnya sambil memasukkan 2 jaritanganku kememeknya mempermainkan klentitnya yg mengeras. Sambil terusmengulum dan menjilatin kontol dan pelirku, dia menggoyangkanpinggulnyamengikutiirama sapuan lidahku dan kocokan jarikudimemeknya." Aaaaaaaggggghhh. ......... Ayu ssssssudddah. ...ggaaktahaaannnmasss....masukin massss" ujarnya sambil melepaskan kulumannyadikontolkudan berbalik dalam posisi duduk menghadapa kearahku sambil mengarahkankontolku kebibir memeknya.Perlahan- lahan dia menurunkan pinggulnyamembuat kepala kontolku menempel dan masuk perlahan keliangsenggamanya.Memeknya terasa sempit meskipun dia sudah melahirkan 2 anak dan denganbantuan cairan memeknya akhirnya seluruh kontolku telah tertelan masukkememeknya. Kontolku terasa dijepit keras oleh dinding liang senggamaAyu. Diapun terdiam sejenak setelah masuk semua kontolku, seakanmenikmati kontolku yang memenuhi semua rongga memeknya. Kemudian Ayumulai menaik turunkan pinggulnya terkadang memutar yang membuatkontolkuseakan diurut nikmat. teteknya terlihat berguncang sexy ketika iyabergerak liar diatasku. kuraih teteknya kuremas dan pilin2 pentilnya.Mukanya terlihat makin cantik bersemu merah memejamkan matanya danrambutnya yang tergerai panjang tergoyang liar yang makin membangkitkannafsuku. ternyata Ayu yang kukenal Anggun dan cantik ini sangat liradalam berhubungan sex. Kadang aku bangkit menghisap pentil teteknyayangmembuat dia makin liar menunggangi kontolku. Tiba2 dia makin bergerakliar diatas kontolku dan terasa dinding memeknya makin keras menjepitkontolku, sambil berteriak"Sssshhhhh.. ..aaagggghhh. ...Ayuuuu. ...kklllluuuaaar rrr masssssss... "danterasa kontolku dijepit keras dinding memeknya dan serasa disirami olehcairan. Setelah itu Ayu merebahkan badannya kedadaku sambil menyiumileherku, sedangkan kontolku masih keras didalam memeknya yang sudahsangat basah."Mass. ..Ayu puas banget, belum pernah Ayu ngentot seenakini" katanya dengan vulgar tanpa malu2."Ih kontol mas masih keras penuhnih didalam memek ayu", aku sedikit surprise dengan kata2 vulgarnya itukarena setahuku Ayu sangat santun dan anggun. Langsung aku berbalikmenjadi diatas badannya, kedua belah kakinya aku pegang lebar2 dankutusukkan kontolku yang masih sangat keras itu kememeknya denganhentakan keras. Ayu sampai terhenyak menerima sentakanku dimemeknyaitu,"Aaaaaghhhh. ......penuh rasanya memek Ayu mas.....terus. ..entotin Ayumassss...". dan akupun mulai memompa kasar memeknya dengan kontolkusambil memegangi kedua kakinya. Kadang aku jilati cium dan isap jari2kakinya yang membuat Ayu kembali terangsang birahinya dan mulai denganliar pula mengimbangi genjotanku. Kedua kakinya aku naikkan kepundakkuyang membuat memeknya makin merekah menerima tusukan kontolku, akupompakeras2 dia sambil meremas kasar teteknya yang berguncang karenagenjotanku.. "ooooooohhh. ....sssshhhh. ......entot akumassss...... .teruuussss. ....aku mauuuuu...kluar lagiiiii..." katanyayang membuatku makin bernafsu. "Agggggggghhh. ......sama2keluarnyaaaa. ..sayaaang. ....hhhhhhhssshh h..."kataku sambil makin liardan buas menggenjot tubuhnya yang sexy hingga dia merintih antara sakitdan nikmat...dan. ..crooot. .crooot.. ..akupun melepaskan cairan spermakuyang banyak didalam memeknya, sementara diapun terlihat menggilagoyangannya dan terasa memeknya kembali mengejang menjepit keraskontolku.."Ayyyuu. ...kkklllluaaarr rr...massss" , seakankedua cairan kamibagai aliran dua sungai yang bertemu. Setelah itu kami berdua rebahberpelukan bermandikan keringat mengatur nafas kami yang memburu,"Terimakasih mas, Ayu baru sekali ini merasa sangat puas. Mas masihhebat meskipun sudah berumur. Dari dulu ayu berangan-angan ngentot samamas, tapi gak tau gimana caranya" katanya sambil membelai kontolku yangmasih tetap keras meskipun sudah keluar, "Kok sama yu, akujugasebenarnyadari dulu pengen tidur sama Ayu" jawabku sambil mencubitkecilhidungnya yang mancung. Dia lalu mencium bibirku dan bangkit menujukamar mandi,"Ayu mau mandi dulu ya mas". aku tidak menjawab, hanyatersenyum sambil mengangguk dan membayangkan nikmat yang aku dapatkantadi. Kemudian aku bangkit kekamar mandi, disana aku lihat Ayu sedangberdiri dibawah shower mengguyur tubuhnya dengan air hangat, wow....terlihat sangat sexy tubuhnya yang basah dilumuri busa sabun danrambutnya yang panjang basah membangkitkan kembali birahiku dankontolkulangsung tegak mengeras lagi. "Sini mas, kita mandi bareng yuk"katanyasambil menarik tanganku. Kupeluk tubuh telanjang basahnya daribelakang,aku ambil sabun dan menyabuni tubuhnya yang mulus itu. Ketikadidadanya,kupermainkan pentil teteknya yang sudah mengeras kembali. Kontolku yangsudah kembali keras itu aku tempelkan dibelahan pantatnya sambilkuciumileher, telinga dan punggungnya. Ayu mendesah sambil perlahan-lahanmembungkuk sampai posisinya menungging dan tanggannya berpegangan padakran air. pada posisi itu dari belakang terlihat memeknya sangatmenarik, langsung aku jilati memek dan lubang anusnya yang membuat Ayubergoyang liar sambil bergumam"Mmmmmhh.... .aggghhh. .....enaaaakkk. ...masss, ....teruuussss. .sayaaangggg. ..agghhh...shhhhh" . tidak berapa lama aku menjilati memek dan lubanganusnya, Ayu tiba2 berdiri tegang merapatkan kedua pahanya dan terasabibir memeknyamengeras,"Agghhhh. ....Ayuuuu. ...kllluarrrr. .lagiiii. ..sayaaaangggg" ,akuterus menjilati cairan nikmatnya yang meleleh keluar bercampur air darishower. Kemudian dia berjongkok didepanku dan meng-oral kontolku denganliar.Kuluman mulut sexynya dikontolku terasa nikmat, apalagi ketikadengan lidahnya dia membuka lubang kencingku dan kemudian lidahnyamenyusuri urat kontolku dari atas kebawah....wah. ...nikmat sekali.tidaktunggu lama aku angkat badannya, kusenderkan didinding dibawah shower,sambil kuangkat sebalah kakinya aku masukkan kontolku kememeknya. Kamingentot dengan liar dibawah shower, doggie style dll samapai Ayuklimaks3 kali. Setelah aku klimaks didalam mulutnya yang mana spermaku ditelanhabis olehnya, kamipun mengeringkan tubuh kami.Karena hari sudah mulai malam dan aku tidak ingin dicurigai, makaakupunpamit meninggalkan Ayu dikamar hotel sendiri dan berjanji besok paginyaakan datang pagi2 kekamar hotel.Keesokan harinya, aku berangkat dari rumah lebih pagi dari biasanya.kepada istri dan sekertarisku aku bilang ada breakfast meeting,padahalaku menghabiskan waktu 3-4jam dengan Ayu. ini terjadi selama 3hari berturut-turut sebelum Ayu kembali kerumahnya.Sampai sekarang kami masih menjalani hubungan, yang kami lakukan padasaat istirahat makan siang atau ketika aku dinas luar kota, Ayumenyusulkarena status dia yang sudah bercerai sehingga tidak ada halangan.Demikian salah satu cerita selingkuhku, sebetulnya ada beberapaselingkuhku yang akan aku ceritakan belakangan

BERSETUBUH DENGAN ISTERI ORANG

BERSETUBUH DENGAN ISTERI ORANG

Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kuranglebih 4 tahunyang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia30-40 tahun,dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika'jam terbangnya'sudah tinggi, sehingga pandai dalam bercinta. Namun sebagai pegawaiswasta yangbekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untukmencari wanitatersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku padasebuah suratkabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa 'full body massage'.Uang bagikutidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namunkepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untukjasaku itu, diberi berapapun kuterima.

Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat,sebagian darimereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari,kurang lebihpukul 18.00 seorang wanita menelponku."Hallo dengan Ivan?" suara merdu terdengar dari sana."Ya saya sendiri" jawabku. Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, "Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?" katanya."Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm." jawabku."Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuksemuanya," lanjutnya."Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech.." jawabku. Dan yang agakmengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditontons uaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Akhirnya dia memintaku untuk segera datang di sebuah hotel "R"berbintang lima dikawasan Sudirman, tak jauh dari kantorku. Aku menduga bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sebuah president suite room telah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40tahun membukakan pintu untukku."Ivan?" katanya. "Ya saya Ivan," jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawahsebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak ingin sembarangorang menyentuh istrinya, pikirku.

"OK, masuklah" katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandangsekeliling, sebuah TV berukuran 52" sedang memperlihatkan blue film. Lalu aku memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yangkutaksir umurnya taklebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku sambil menjulurkan tangannya untukmenyalamiku."Kamu pasti Ivan khan? Kenalkan saya Donna" katanya lembut.

Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnyamulus sekali,wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menahanliurku, ketika dia berkata "Lho kok bingung sich". "Akh enggak..." kataku sambil membalas salamnya. "Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi," katanya. "Oke tunggu yach sebentar," jawabku sambil melangkah ke kamar mandi.
Sementara, suaminya hanya menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah itu kukenakan celana pendek dankaos. Aku melangkah keluar, "Yuk kita mulai," katanya. Dengan sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya aku bertanya, "Boleh aku lepaskan pakaianku?", dia tertawa kecil danmenjawab,"terserah kau saja...".

Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaanpolos, "Ahk... ehm..." dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga."Kamu cantiksekali Donna" kataku lirih.Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya aku ini. "Ah kamu bisa saja," kata Donna.

Segera aku masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu.Kedua bulatanpayudaranya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantungdenganindahnya, diantara keremangan aku masih dapat melihat dengan sangatjelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu sangat montok dankencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan.

"Yaaaammpuunn... "bisikku lirih tanpa sadar, "Ia benar-benar sempurna" kataku dalamhati."Van..." bisik Tante Donna di telingaku. Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitudekat sekalidengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasamenerpa daguku.

Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok,bayangan bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip,perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover.

Hmm..., betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyakmungkin airmaniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.

"Van... mulailah sayang..." bisik Tante Donna, membuyarkan fantasiseks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan dan bibirnya yangranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka.

Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkankedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis. Selama kurang lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dankelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang masih berada dihadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku."Apa yang dapat kau lakukan untukku Van..." bisiknya lirih setengah kelihatan malu.Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku telah berada diatas pantatnyayang bulat. Mekal dan padat.

Lalu perlahan kuusap mesra sambilku berbisik, "Tante pasti tahu apa yang akan Ivan lakukan... Ivan akan puaskan Tante sayang..." bisikkupelan. Jiwaku telah terlanda nafsu. Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh... mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bedcover.

"Oouuhh..." Tante Donna mengeluh lirih. Bagaimanapun juga anehnya aku saat itu masih bisa menahan diri untuktidakbersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun-ubun namun aku ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas aku kembali melumat bibirnya.

Kusedot dan kukulumbibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecilterdengarbegitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Kedua jemaritanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnyayang bulat padadan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirkusebelah bawahdan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas.ooh..., terasabegitu nikmatnya.

Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesradengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Donna telah melingkari leherku dan jemari tangannyakurasakan mengusap mesra rambut kepalaku. Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi karena posisi tubuh kami yangsaling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjoldari balikcelanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yangempuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna.Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahkusambil terusmenjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai didaerah yangpaling kusukai, wangi sekali baunya.

Tak perlu ragu."Ohhh apa yang akan kau lakukan... akh..." tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., "Nyam-nyam.. " nikmat sekali kemaluanTante Donna. Oh,bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku. Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, "Creeep..." ujung hidungkukupaksakan masukke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu."Aaahh... kamu nakaal," jeritnya cukup keras.

Terus terang kemaluannya adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentukyang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecilkedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. "Ooohh lidahmu.. ooohnikmatnyaIvan..." lirih Tante Donna.Sementara aku asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali,kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang hanya memandangku dari kegelapan."Aahh.. sayang... Tante suka yang itu yaahh.. sedooot lagi dong sayang oooggghh,"ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini. Lima menit kemudian... "Sayang.. Aku ingin cicipi punya kamu juga," katanyaseperti memintaku menghentikan tarian lidahdi atas kemaluannya. "Ahh... baiklah Tante, sekarang giliran Tante,"lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring.

Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata."Okh Van... indah sekali punyamu ini.." katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu. "Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm... ngggmm, "belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan burungku kearahmulutnya dan,"Crooop.." langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras."Aduuuh enaak... ooohh enaknya Tante ooohh.." sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampaksemakin sesak.

Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yanghalus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, "Mm...hmmm..." hanyaitu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremaskeras dagingempuk di dadanya."Crop..." ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya.

Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbuluitu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.

"Aoouuuhh... Tante nggak tahan lagi sayang ampuuun... Vannn... hhmasukin sekarangjuga, ayooo.." pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku keselangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liangkemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibirkemaluannya dan mendorongnya perlahan, "Nggg... aa.. aa.. aa.. iii.. ooohhmasuuuk... aduuuh besarsekali sayang, ooohh..." ia merintih, wajahnya memucat seperti orangyang terluka iris. Aku tahu kalau itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalurapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekiankalinya mengatakan hal yang sama.

Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah bayatercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besaritu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnyasecara bergiliran, sesekali aku juga berusaha mengimbangi gerakan turunnaiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, namun tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluankupada setiap hitungan kelima.

Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyatamerupakan titiknikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak dilantai dua yangcukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai di situ mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran.

Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopakmatanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit dauntelinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.

"Ooohh.. aa... aahh... aahh... mmhh geliii ooohh enaknya, Vann...oooh," desahTante Donna."Yaahh enaak juga Tante.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh..genjot yang kerasTante, nikmat sekali seperti ini, ooohh enaakk... ooohh Tanteooohh.." kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di ataskini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu.

Setiap ia menekan kebawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku. Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Donna terasamenegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya,"Vann... aahhaku nngaak... nggak kuaat aahh.. aahh.. ooohh..."

"Taahaan Tante... tunggu saya dulu nggg.. oooh enaknya Tante.. tahandulu ...jangan keluarin dulu.." Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Donna menegang kaku,tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dariwajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buahdadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untukmemaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. "Ooo... nggg...aahh... sayang sayang.. sayang.. oooh enaak.. Tante kelauaar.. ooohh.. ooohh..."teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zatcair kentalterasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampaisekitar sepuluh detikkemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.

Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang telah dibasahioleh cairandari kemaluan Tante Donna. "Aaakhh.. enakk!" desah Tante Donna sedikit teriak."Tante.. saya mau keluar nich.. eeesshh.." desahku pada Tante Donna."Keluarkanlah sayang.. eesshh.." jawabnya sambil mendesah."Uuugghh.. aaaggh.. eeenak Tante.." teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna.

"Hemm.. hemmm..." suara itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminyayang sedari tadihanya menonton kini telah bangkit dan melepas kimononya. "Sekarang giliranku,terima kasih kau telah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,"katanya seraya memberikan segepok uang padaku. Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar.

Tante Donnamengantarku kepintu sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya "Terimakasih yach..sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku denganorang lainsebelum ia melakukannya. ""Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja," jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar."Akh... betapa beruntungnya aku dapat 'order' melayani wanitaseperti Tante Donna,"pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankanistrinya untuk digauliorang lain untuk memenuhi hasratnya.